Bandung – Mengawali Tahun 2019, CorpU mengadakan Pre Pitching dan Pitching Digital Amoeba CorpU 3 (DAC 3) yang dimulai dari hari Kamis – Jumat (7-8/2). Kegiatan diikuti 6 tim yang idenya di-submit Desember 2018 dan Januari 2019.

Seluruh tim yang hadir mengikuti sesi pre pitching pada Kamis (7/2), tujuannya untuk mendapat penjelasan tentang apa saja yang harus disiapkan untuk mengikuti kegiatan pitching pada hari Jumat.

Tepat pukul 13.30 WIB pada Jumat, Pitching DAC 3 dibuka dengan penyampaian laporan dari Chief Operating Officer AMA CorpU Agus Setiyono. Agus dalam laporannya menyampaikan maksud dari kegiatan tersebut. “Kegiatan Pitching DAC 3 dilakukan dalam rangka menumbuh kembangkan budaya inovasi di Telkom CorpU, kita selalu memproses Idea Submission melalui OMOI (red – One Month One Idea). Proses pitching untuk ide Desember 2018 dan Januari 2019 baru diproses di Februari ini karena kendala banyaknya hari libur di Desember dan Januari. Tim yang mengikuti pitching hari ini akan dimasukkan dalam post pitching untuk membuat journey Amoeba dari proses customer validation sampai market validation,” papar Agus.

Selanjutnya, CEO AMA CorpU Arif Rudiana menyampaikan sambutannya. Arif menyampaikan terima kasih kepada Senior Leader saat ini hadir untuk menjadi juri dalam proses Pitching DAC 3 antara lain Deputy SGM CorpU Bambang Budiono, SM DSP Academy Ichwan Muttaqin, SM Consumer Academy, Sri Praptini Rahayu, SM Learning Operation Yana Dahyana, dan Consulting Director dari Tim Monetizing Oki Wiranto.

Terkait perkembangan pengelolaan inovasi di AMA CorpU, Arif dengan bangga menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini AMA CorpU sudah menginkubasi 2 batch untuk inovasi di CorpU yaitu DAC 1 dan DAC 2. DAC 1 kemungkinan akan launching produknya bulan Februari yaitu AmoR dan Linmio. “Sedangkan yang membanggakan buat CorpU bahwa kemarin Sidang Komite Amoeba 10 untuk Digital Amoeba Batch 10 itu adalah dari CorpU dan 3 inovasi dari kita menjadi inovator, satu adalah Kerja Indonesia, Tsabit, dan satu lagi adalah Integro,” jelas Arif.

Berita yang cukup membanggakan juga bahwa hasil sidang komite memutuskan bahwa hasil inovasi Kerja Indonesia yang digawangi Oki Wiranto disebut inovasi digitalisasi dan begitu berpeluang besar di marketnya Telkom sehingga harus ditarik ke AMA pusat. Sedangkan Tsabit dan Integro sudah masuk fase product validation dan diharapkan bulan depan produknya sudah bisa di-launching di CorpU.

Dengan success story, Arif menyampaikan harapannya bahwa success story juga bisa membuat yang ikut DAC 3 bisa lebih termotivasi untuk berinovasi.

Satu hal yang Arif tekankan bahwa setiap idea matter yang masuk, mau apapun pasti akan dipanggil untuk diklarifikasi. Tak ada yang tak dipanggil untuk klarifikasi, jadi teman-teman yang punya ide jangan khawatir dan dipersilakan disampaikan.

Usai presentasi, masing-masing juri menyampaikan review dan masukannya. Bambang Budiono selaku perwakilan dari managementCorpU menyampaikan rasa bangganya dengan pengelolaan inovasi yang dilakukan oleh AMA CorpU dan juga bangga dengan ide-ide yang sudah disampaikan oleh tim saat ini rata-rata berasal dari karyawan yang bukan milenial. “Mudah-mudahan semua ide ada manfaatnya bagi kita semua dan manfaatnya bagi Telkom,” papar Bambu.

Rata-rata dewan Juri menyampaikan kekagumannya karena banyak ide yang di luar dugaan, beberapa masukan antara lain mengenai perbaikan untuk metode presentasinya serta bagaimana cara penyampaiannya agar ide dapat ditangkap dengan jelas oleh audience.

Dari 6 ide yang mengikuti pitching, 5 ide berasal dari Group of Faculty Member (GOFM), dan satu dari Academy. Keenam Ide tersebut adalah :

  1. “Flip” (Roosnelly, Eko Budiharjo, Yuddy Aryadi, Daryanto)
  2. “VIRAL” (Amilicia Adi Hartanti, Mohammad Izzudin, Brochardus Widjajatjandra, Didiek Rachmawan)
  3. “ALPaps” (Edy Siswanto, Syarif Patriana, Budi Widjajanto)
  4. “fastLIM” ( Sudarmadji, Darwin, Hidayat)
  5. “Dslot” ( Dedi, Arif Syabani, Lido Hermawanto)
  6. “121 Learning” (Suranta Brahmana, Subhan Iswahyudi, Brochardus Widjajatjandra)

CEO AMA CorpU kembali mengajak seluruh karyawan CorpU untuk menyampaikan ide apa pun dan kapan pun setiap bulannya, melalui program One Month One Idea (OMOI). “Tidak Ada Ide Yang Terlalu Kecil, Tidak Ada Mimpi Yang Terlalu Besar”. (nwl/Red01)

627 total views, 1 views today