Jogjakarta – CorpU Semarang kembali menggelar Pelatihan Kalpurti batch 2 Jogja yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal (19-22/2). Pelaksanaan kali ini mengambil tempat di Hotel Grand Mercure, Jl. Laksda Adisucipto 80 Jogjakarta. Hotel Grand Mercure dipilih karena menggunakan jaringan FO Telkom dan berlangganan Interactive TV IndiHome disetiap kamarnya.

Pada batch kali ini peserta mendapatkan materi perencanaan keuangan, yang bertujuan memberikan gambaran pengelolaan keuangan dan wawasan bisnis. Perencanaan keuangan adalah sangat penting dilakukan oleh siapapun, tidak terkecuali bagi karyawan Telkom. Premis mengatakan bekerja di BUMN seperti Telkom itu gajinya sangatlah cukup untuk membiayai hidup, tetapi bisa tidak cukup untuk membiayai gaya hidup.

Hadir kali ini pemateri financial planning dari CorpU M Rudiawan, Rudi menambahkan rekan-rekan yang akan segera memasuki masa purna mesti sadar bahwa pendapatan akan jauh berkurang. Karenanya keinginan gaya hidup harus mulai ditinggalkan, contohnya biasanya beli sepatu/baju branded, makan di restoran dan sebagiannya, mesti mulai dikurangai dan berfikir realistis.

“Adakah diantara kita yang memiliki sumber pendapatan selain gaji? Jika ada inilah yang bisa membantu kita untuk membiayai gaya hidup. Jika hanya mengandalkan gaji pensiun tentu hanya bisa berfikir untuk prioritas memenuhi kebutuhan pokok dan selebihnya dari gaji itu, untuk investasi akherat seperti bershodaqoh, berkurban di hari Idul Adha, menyumbang panti asuhan/masjid dan sebagainya,” ujarnya.

Selanjutnya Rudi juga memberikan kiat-kiat pengelolaan keuangan dan beberapa wawasan bisnis atau investasi. Juga memberikan gambaran seberapa kekayaan kita, dengan batuan tools Quick Financial Ceck Up peserta diharapkan mengisi sesuai dengan kondisi masing-masing. Isian meliputi tabel kekayaan, aset yang terdiri dari aset kas seperti kas di tangan, tabungan atau deposito dan investasi jika ada seperti emas, reksadana, ruko atau properti disewakan. Selain itu juga perlu ditampilkan aset konsumsi seperti rumah, tanah, perhiasan, mobil dan motor.

Tool ini digunakan untuk simulasi masing-masing peserta, kemudian untuk digunakan sebagai pijakan awal berbisnis atau meneruskan bisnis yang sudah ada. Yang paling baik adalah memilih bisnis yang resikonya paling kecil dan aman seperti rumah sewa atau kost, emas. Menghindarai bisnis dengan resiko yang tinggi seperti saham atau transportasi, apalagi tidak memiliki ilmu atau bakat di bisnis tersebut. Dan juga hindari memulainya saat sudah memasuki pensiun.

Sukses Telkom Indonesia, Sukses untuk kita semua.

Bravo Telkom CorpU. (~team CorpU Semarang/Red01)

327 total views, 2 views today