Surabaya – Berposisi sebagai karyawan Telkom, penampilan diri harus selalu terjaga rapi dan secara ilmu groominghendaknya merefleksikan professional image perusahaan. Materi Grooming disampaikan Expert Telkom Corporate University Center Roosnelly di hadapan para peserta pelatihan GPDP-VI Batch 3 dan 4 di Kampus LA-5 Jln. Gayungan PTT No. 17-29 Surabaya, Selasa (12/3). Selain materi Grooming, disampaikan juga materi ilmu komunikasi terutama penulisan jurnalistik dengan rumus 5W+1h.

Materi Grooming yang mencerminkan citra diri profesional perusahaan dan dasar-dasar komunikasi jurnalistik tersebut selaras dengan Mission Statement dari program GPDP. Adapun di antaranya yaitu mempersiapkan leader Telkom Group yang berkarakter, mempunyai strong leadership, wawasan bisnis, kebangsaan dan internasional. Selain itu, selaras juga dengan learning journey yang dilalui peserta selama 4 hari meliputi Leading with purpose and values, Leading Change toward abundant era, Healthy growth and profitability while maintaining legal & compliance, Global Executive Presence, Life with meaning, National Vision, Strategic growth in vuca environment dan Next Big things.

Citra diri yang baik, seperti apa kecantikan atau ketampanan bukan hanya dilihat dari luar tapi juga harus diiringi dari dalam (inner-beauty). Oleh karena itu, perilaku juga harus diperhatikan dalam berpenampilan. Berbusana rapi dengan tutur kata dan sopan santun juga bagian dari Grooming serta attitude. Telkom sebagai public service, maka Grooming dari tenaga pelayanan harus mendapat perhatian utama dan prioritas seperti dalam berbusana, penataan rambut, aroma tubuh sampai kepada penggunaan parfum yang cocok baunya tidak menyengat dan sensitif oleh indera penciuman.

Selain masalah Grooming, Roosnely juga menjelaskan sedikit tentang penulisan berita dengan rumus 5W+1H yang dimulai dari Lead Berita, Body Berita dan keterangan lain dalam berita sesuai teknik atau bentuk piramida terbalik. Teknik tersebut dipakai sebagai dasar menulis bagi wartawan, juga bisa dan memang efektif dipakai penulis non-wartawan. 5W+1H adalah singkatan dari “what, who,when, where, why,how,” yang dalam bahasa Indonesia menjadi “apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana.” Semua unsur tersebut harus terkandung dalam sebuah artikel biasa atau berita biasa. (CorpUSurabaya/Red01)

258 total views, 1 views today