Bandung – Pelaksanaan pembukaan GPMP II Batch 17 telah dilaksanakan bertempat di lingkungan kampus Telkom Corporate University Jalan Gegerkalong Hilir No.47 Bandung dengan dihadiri oleh 23 orang peserta, Rabu (11/3).

Para peserta pelatihan ini telah mengikuti pembelajaran menggunakan metode E-Learning yang mana masing-masing peserta mengikuti Pre-Course yang sudah dilaksanakan pada tanggal 4-10 Maret 2019, kemudian akan mengikuti tahap Classical yang akan dimulai dari tanggal 12-15 Maret 2019 dengan mengundang para pembicara eksternal dan internal Telkom CorpU.

Adapun beberapa poin-poin penilaian dari pembelajaran para peserta GPMP II Batch 17 meliputi presensi kehadiran tepat waktu, Pre-CoursePre-Test dan Post-TestDaily Insight, Observasi Kompetensi, Sosiometrik, dan Action Learning Project (ALP). Dalam rangkaian kegiatan pelatihan ini diharapkan para peserta pelatihan dapat melaksanakan dengan baik dan tuntas hingga penghujung acara penutupan GPMP II Batch 15 pada hari Jum’at (15/3) mendatang.

Pembukaan GPMP II Batch 17 dibuka dengan sambutan oleh Koordinator Group Of Faculty Member Telkom Corporate University Prasabri Pesti. Pada penyampaian pertama, Prasabri memberikan arahan bagaimana pelatihan GPMP ini para peserta dapat terus berkembang dengan cara melakukan “Dikejar target totalitas dan antusias kita tidak usah diajarin. Yang harus terus dijaga adalah fondasi yang bagus supaya kita jadi Soekarno, supaya kita jadi Cut Nyak Dien, supaya kita jadi Sudirman. Kenapa ini saya sampaikan bukan karna Culture tetapi Output Trend kita dari hari ini adalah Strategic.” ujar Prasabri.

Tambahan pemaparan oleh Prasabri merupakan strategis yang dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa “Kompetisi yang dipelajari, ditularkan, dan dipelajari di kelas adalah Three Point yaitu; Professional CompetenciesDigital Competencies, dan Technical Functional Competencies tetapi jangan sampai lupa ada Values didalamnya…”, ujar Prasabri. Values ini memberikan efek nilai tambah ide-ide yang telah dikemukakan oleh manusia yang memiliki pemikiran kreatif dan inovatif ke dalam strategi yang sudah dibangun untuk dapat lebih mempertahankan rahasia keunikan dibalik berkembangnya perusahaan tersebut.

“Di era kompetisi digital ini seharusnya dapat melakukan perubahan yang sangat cepat dalam melakukan strategi, dan pengembangan inovasi baru agar dapat menyesuaikan diri menjadi semakin lebih terbaik, unggul, dan memberikan manfaat bagi masyarakat”, jelas Prasabri. Harapan yang disampaikan oleh Prasabri “Adanya perubahan dari riset setidaknya kita bisa sampai Behaviour…” ujar Prasabri. Tahap Behaviour menjadikan kebiasaan dalam lingkungan pekerjaan dituangkan untuk menjadi Role Model bagi karyawan yang melihat senior atau atasanya. Dengan begitu, karyawan yang sudah mencapai pada Tahap Behaviour dan Role Model ini diharapkan menjadi pribadi pemimpin terbaik dalam mengelola manajemen rapat, bisnis, dan kepemimpinan yang benar dan baik. (sdy/nwl)

536 total views, 2 views today