Kuta – Setelah berjalan 5 hari, maka pelatihan TCUX (Telkom Certified User Experience) berakhir di B Hotel ruang Saba Agung Jalan Raya Imam Bonjol Sunset Road Kuta-Bali, Jumat (22/3). Berakhirnya pelatihan, maka kini Telkom memiliki beberapa karyawan yang bersertifikat UX (User Experience). Melalui pemateri profesional Bangris Pasaribu, maka pelatihan 5 modul berlangsung lancar dan sukses.

Tujuan sertifikasi sendiri menurut Bengris untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan dalam bidang profesi sesuai bidang kompetensi User Experience dengan standar yang dipersyaratkan mengacu kepada referensi materi yang diperoleh dari sertifikasi internasional oleh Nielsen Norman Group (NNG, sebagai badan riset dan desain UX). Peserta yang ikut pada sertifikasi akan memberikan masukan kepada proses desain dan pengembangan produk digital sesuai produk yang sedang dan akan ditangani. Selanjutnya produk yang didesain/re-desain akan dapat meningkatkan kepuasan pengguna baik berupa aplikasi mobile atau website. Materi TCUX sebanyak 5 modul dan setiap harinya disampaikan 1 modul. Untuk sertifikasi sendiri maka peserta harus mengikuti test on-line dan lulus dengan grade 82.5%.

User experience adalah bentuk interaksi antara manusia dan komputer (human-computer interaction (HCI)) yang meliputi website, applikasi smartphone, dan aplikasi desktopUser experience disini berkaitan dengan apa yang dirasa pengguna yang berhubungan dengan kemudahanan, kenyamanan, efisiensi, kemanfaatan saat mereka menggunakan web, aplikasi smartphone dan aplikasi desktop. Pengalaman melibatkan persepsi individu berkaitan dengan manfaat yang dirasakan dan kemudahan yang didapatkan. User experience begitu dinamis, seiring perjalanan waktu persepsi yang dirasakan pengguna bisa berubah sejalan berubahnya lingkungan, kebiasaan, dan nilai-nilai.

Pentingnya User Experience dalam penerapannya adalah masa-masa awal era internet pemain-pemain besar di jagad internet seperti Yahoo, Amazon, Paypal, dan Google lebih peduli kepada teknologi sehingga desain tidak mendapat porsi perhatian yang besar. Teknologi juga yang memberikan kesuksesan besar kepada mereka. Namun di masa kompetisi begitu sengit, keberhasilan produk tidak cukup ditentukan teknologi yang bermanfaat dan fungsional semata.

Untuk merebut hati para pengguna produk mereka, para pemain di dunia internet tak lagi bisa mengesampingkan kebutuhan dan keinginan pengguna akan produk yang berteknologi. Selain itu sekaligus fungsional tapi juga mampu memberi pengalaman (experience) menyenangkan dan pemanfaatannya mudah sehingga memiliki user engagement tinggi di mana diukur lamanya waktu yang dihabiskan pengguna produk tersebut. (CorpU_Surabaya/Red01)

296 total views, 2 views today