Surabaya – Mengingat kondisi smoking area sudah tidak layak karena bocor dan keropos, maka dilakukan renovasi menggunakan material galvalum yang anti keropos, Senin (15/4).

Galvalum adalah bahan dasar baja ringan atau carbon stell. Galvalum merujuk pada material baja dengan pelapisan yang mengandung unsur aluminium dan zinc, itulah sebabnya anti karat dan keropos.

Smoking area biasanya diperuntukkan bagi para peserta pelatihan yang merokok saat ishoma, biasanya usai makan siang atau coffee break. Walaupun anti karat, namun ada kelemahan dari atap galvalum baja ringan jika dibandingkan dengan konstruksi kayu yaitu atap galvalum akan lebih menyerap panas. Maka, dapat mempengaruhi suhu di dalam ruangan dibandingkan dengan kayu dan tergantung dari lokasi rumah tersebut di mana terletak pada daerah iklim tropis atau non tropis. Berhubung lokasinya outdoor atau kawasan terbuka, maka cukup udara untuk mengurangi hawa panas.

Banyak sekali slogan-slogan merokok yang terpampang di berbagai tempat. Bahkan ditampilkan dengan mencolok dan dalam ukuran besar. Sebut saja DILARANG MEROKOK atau SMOKING AREA. Satu benda akan terbayang secara otomatis bila menyebut slogan-slogan tersebut ROKOK“. Benda yang ‘dilarang’ tapi terus diproduksi, benda yang dikatakan merusak tapi ‘dilegalkan’. Rokok memang sangat kontradiktif.

Perlu diingat juga bahwa pemberlakuan area bebas asap rokok merupakan satu upaya yang diharapkan dapat menekan bahaya rokok. Salah satu solusinya, muncul area tandingan SMOKING AREA”, sebuah upaya untuk melanggengkan kegiatan ‘nikmat’ tersebut. Upaya kongkret guna ‘memberantas’ rokok memang tidak ada / mungkin tidak pernah ada bahkan yang terjadi justru sebaliknya. Pastinya di luar dan dalam negeri pemerintah masih menyediakan smoking area di tempat-tempat khusus bahkan di Bandara Udara tak terkecuali di Telkom CorpU Surabaya. (CorpU_Surabaya/Red01)

Related News

279 total views, 1 views today