Surabaya – Ramadan merupakan puncak melawan perbuatan-perbuatan yang negatif, perbuatan tercela, perbuatan dzolim dan sejenisnya. Maka, sudah seharusnya di bulan Ramadan, gaya hidup harus berubah menjadi religius karena merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan-Nya. Dengan kata lain saatnya melakukan pensucian hati. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam Kuliah Ramadan (KURMA) kali ini mengangkat tema “Pensucian Hati” yang disampaikan oleh Wakil Rektor Institut Teknologi Telekomunikasi Surabaya (ITTS) Ir Tri Agus Kuntjoro, M.T. Kuliah Ramadan dilaksanakan bakda sholat Dzuhur di Musala Baitul Ilmi LA-5 , Kamis (9/5). Hadir para Dosen ITTS dan staf, para peserta pelatihan di LA-5 serta para tenaga organik dan non organik

“Untuk mensucikan diri, maka kita harus selalu melakukan muhasabah atau introspeksi diri, jagalah hati jangan syubhat dan jangan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Syar’i (Syariat Islam)”, tutur Tri Agus.

Terlebih pada bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah adalah rajanya bulan yang dinantikan jutaan umat muslim sedunia.

Menurut Tri Agus untuk mensucikan diri harus selalu menjauhkan dari niat negatif yang tidak diridai Allah SWT. Perbuatan atau perilaku tercelah merupakan perbuatan yang membatalkan puasa termasuk yang menghilangkan pahala puasa. Maka, pada bulan Ramadan harus jaga hati, jaga mata, jaga lisan dan jaga telinga agar ibadah puasa mendapat pahala yang berlimpah. Untuk itu, ketika menjalankan ibadah puasa diperlukan sikap hati-hati agar terhidar dari semua hal yang membatalkan dan mengurangi nilai pahala.

“Bersihkan hati, jernihkan pikiran dan sucikan perbuatan atau perilaku. Jadikan puasa sebagai puncak memerangi hawa nafsu yang tidak diridhoiNya, sebaliknya usahakan “mengelokkan” diri dengan perbuatan yang santun dan terpuji, banyak bersedekah, bermunajad dan sebagainya. Jangan jadikan puasa alasan untuk bermalas-malasan dan harus tetap semangat menjalankan rutinitas sebagai karyawan yang lebih produktif maupun sebagai mahasiswa dan sebagainya. Yang penting lakukan yang positif dan hindari perilaku tercelah atau negatif,” jelas Tri Agus. (CorpU_Surabaya/Red01)

321 total views, 1 views today