Bandung – Great People Managerial Program (GPMP) V Batch 21 & 22 ditutup SM Leadership Academy Desnaidi Azis di TGLB Lantai 2 Telkom CorpU, Jumat (10/5). Hadir Manager Learning Delivery & Evaluation Ahmad Bramantio dalam penutupan GPMP tersebut.

Mengawali acara, Bram membacakan laporan kegiatan GPMP V Batch 21 & 22. “Seluruh peserta GPMP V batch 21 & 22 ini dinyatakan lulus. Terdapat 3 peringkat teratas pada masing-masing Batch. Untuk Batch 21 peringkat pertama diraih Alriendhy Pratama A dari divisi Direktorat Digital & Strategic Portofolio, peringkat kedua Monica Santy S dari divisi Telkom Indonesia International, peringkat ketiga Muhammad Rizal N dari divisi Corporate Secretary Department. Pada Batch 22 peringkat pertama diraih oleh Anggita Cremonandra E dari Divisi Telkom Regional 2, peringkat kedua oleh Rosika Kusharfinna dari Divisi Wholesale Service, dan peringkat ketiga oleh Widi Andika H dari Divisi Telkom Regional 2,” papar Bram.

Ides memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, serta memaparkan kilas balik seputar materi pada GPMP kali ini. Ides mengatakan materi-materi kemarin terkait dengan managerial skill, dengan judul-judul yang digunakan seperti thinking skill, organisational skill, business skill, serta interpersonal skill. Ia juga menyampaikan bahwa managerial skill umumnya seperti kemampuan membuat perencanaan, kemudian bagaimana rencana tersebut dilakukan organize, dieksekusi, dikontrol, setelah itu evaluasi. Ides juga menyarankan kepada peserta untuk nantinya mengikuti kegiatan GPDP.

“Kalau nanti ikut GPDP akan diisi lagi kompetensi-kompetensi yang terkait dengan leadership, lebih kepada soft skill untuk berpikir tentang visi, bagaimana anda mampu memobilisasi, memotivasi, serta menginspirasi orang-orang. Dan juga skill untuk mengapresiasi orang lain, seperti anak buah, teman, dll. Ini yang diajarkan di dalam GPDP,” ujar Ides.

Ides menyampaikan suatu riset studi yang mengatakan bahwa ketika seorang leader tidak mempunyai kemampuan managerial seperti yang peserta pelajari beberapa hari ini, berarti tidak bisa berpikir dengan baik, tidak bisa membuat perencanaan dengan baik, tidak mampu meng-organize dengan baik, tidak mampu mengeksekusi dengan baik, tidak mampu mengevaluasi dan mengontrol dengan baik, maka leader tersebut dianggap tidak mempunyai kemampuan managerial. Selain itu, jika dia juga tidak efektif dalam peran leadership-nya, tidak mampu mengayomi orang, tidak biasa menghargai orang, tidak bisa menginspirasi orang, tidak bisa merangkul orang, maka leader tersebut tidak memiliki kemampuan leadership.

”Kalau itu terjadi pada diri seseorang, apa yang akan terjadi pada anak buahnya? 56% dari anak buahnya itu gak mau jadi bagian dari unitnya, karena atasannya seperti itu,” tambah Ides.

Ides berpesan kepada seluruh peserta agar dapat terus mengasah managerial skill dan tidak lupa untuk mengasah leadership skillnya juga, karena keduanya berdampingan seperti kedua sisi di mata uang. (riri/nwl/Red01)

378 total views, 1 views today