Surabaya – Memasuki hari kedua para calon trainer yang mengikuti pelatihan Training of Trainer atau TOT Implementasi PT. TA benar-benar diarahkan melakukan praktek mengajar di depan kelas, Rabu (15/5). Namun, Widyaiswara Mardiyanto sebelumnya memberikan panduan dan gambaran umum tentang membagi layout berdiri di depan kelas berhadapan langsung dengan audiens.

Para peserta antusias menyimak panduan sang Widyaiswara. Mardiyanto mengatakan bahwa seorang trainer harus mengetahui cara mengajar yang baik dan benar dan harus bisa membuat siswa merasa betah ketika mengikuti pelajaran. Layout dalam kelas harus dikuasai oleh seorang pengajar dan hindari berdiri di satu posisi.

“Jangan lupa pancing ide atau pertanyaan yang tidak terlalu sulit bagi siswa hal ini dilakukan agar siswa memberikan atensi penuh kepada sang trainer, pacu para siswa untuk berpendapat, sehingga ada komunikasi dua arah. Sajikan materi dengan bervariasi, agar tidak bosan bisa diselingi dengan ice-breaking. Yang penting lagi berikan perhatian kepada semua siswa, jangan cenderung ke satu siswa saja. Seorang trainer harus kreatif. Salah satu alat yang membantu guru untuk menciptakan suasana aktif dan segar adalah teknologi. Manfaatkan teknologi yang ada, seperti laptop, internet dan projektor untuk mengubah materi pelajaran text book ke audio visual. Dengan penyajian yang baik dan menarik, fokus siswa akan lebih terarah pada materi yang disampaikan,” jelas Mardiyanto.

Pada puncaknya, Mardiyanto melempar pertanyaan ke peserta TOT yakni “Enak mana jadi Trainer atau kerja sebagai teknisi di lapangan atau operasional?” kemudian peserta serentak menjawab ”Enak jadi Trainer dong Pak!”.

Maka, ia mengajak untuk mengimplementasikannya, mohon salah satu peserta maju berdiri di depan kelas dan silakan mulai latihan mengajar dengan materi Ice Breaking. (CorpU_Surabaya/Red01)

279 total views, 1 views today