Surabaya – Acara Kuliah Ramadhan (Kurma) oleh Dosen ITTS Toton berlangsung di Masjid Baitul Ilmi LA-5 Jalan Gayungan PTT No. 17-19 Surabaya bakdah shalat Dzuhur, Senin (27/5).

Toton mengatakan bahwa hampir tiba penghujung puasa Ramadan memasuki hari ke-23 yang notabene adalah hari ganjil, maka ia berlomba-lomba menuju kebaikan mendapatkan Malam Lailatul Qadar. Menurut Toton untuk meraih malam Lailatul Qadar ada beberapa kiat, antara lain perbanyak i’tikaf di masjid, perbanyak Qiyamul Lail, perbanyak baca Alquran dan perbanyak sadaqoh. “Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh dan lia malam yang tersisa”. (HR.Bukhari).

Kemudian Toton mengatakan, bahwa inti berpuasa agar bertakwa, jadi puasa merupakan training untuk mendapatkan sertifikat takwa. Maka, ia mengajak agar muhasabah kepada diri masing-masing, apakah takwa sudah lulus dalam training puasa, apakah takwa mengalami peningkatan. Untuk mengetahuinya maka ukuran minimalnya adalah sholat, artinya apakah lebih rajin sholat dari sebelumnya. Sedangkan ukuran maksimal adalah amal dan perbuatan kita selaku muslim.

Sisa 7 hari kemudian akan ditinggalkan bulan Ramadan, di mana Ramadan merupakan tamu istimewa yang ditunggu-tunggu bagi umat muslim sedunia. Apakah berpisah dengan Ramadan kita merasa sedih, biasa atau senang. “Tentu bagi mereka yang beriman akan merasa sedih. Untuk itu maksimalkan ibadah puasa Ramadhan yang tinggal 7 hari lagi, jangan sia-siakan,” pesan Toton. (CorpUSurabaya/Red01)

329 total views, 2 views today