Bandung – AMA CorpU mengadakan kegiatan #welovemonday di AMA Space, Senin (17/6). Beberapa Senior Leader dan staf Telkom CorpU, serta siswa Magang turut menghadiri kegiatan ini.

Acara dibuka CEO AMA CorpU Arif Rudiana yang menyampaikan bahwa acara ini merupakan program yang digagas Telkom CorpU melalui AMA CorpU dan Culture Maung CorpU untuk memotivasi seluruh karyawan CorpU agar dapat bekerja dengan penuh passion dan bersemangat. Khususnya hari Senin, karena biasanya hari Senin merupakan hari yang paling berat untuk dijalani, mengingat sehari sebelumnya adalah hari libur.

Pada kesempatan ini juga AMA CorpU turut meluncurkan website­nya yang baru yang beralamat di amacorpu.id yang memuat tautan “one click ideas. Program One click ideas menjadi pengganti program one month one idea yang merupakan media bagi warga CorpU untuk meyampaikan ide-idenya. Adanya one click ideas, saat ini warga CorpU dapat meyampaikan idenya dengan mudah. Ide tersebut dapat diberikan secara bebas di mana saja dan kapan saja.

Lebih lanjut, usai peresmian website ama corpu, #welovemonday diisi dengan mendiskusikan film Steve Jobs melalui beberapa cuplikan filmnya. Cuplikan-cuplikan tersebut menceritakan mengenai sosok Steve Jobs beserta pemikirannya. Diceritakan juga bahwa Steve Jobs adalah seorang karyawan yang memiliki inovasi hebat, ia memiliki passion yang membuat dirinya terus berkembang menjadi orang yang sukses.

Pemateri pada review film kali ini yaitu Manager Learning Need Diagnostic Eko Adesufwiant yang memaparkan pesan dari cuplikan-cuplikan film Steve Jobs yaitu jangan pernah meremehkan hal kecil karena tidak akan tahu dari hal kecil itu akan menjadi sesuatu yang besar. Bahkan bisa menjadi sumber penghasilan bagi kita. Steve Jobs juga termasuk orang yang mendengarkan opini rekan-rekannya, ia tidak hanya memerintah tetapi dia juga mengajak rekan-rekannya untuk berdiskusi dan memberikan masukan agar menjadi lebih baik lagi. Hal yang dilakukan Steve Jobs adalah contoh yang baik.

CEO AMA CorpU Arif Rudiana memberikan resensi dari keseluruhan cuplikan film Steve Jobs. Terdapat tiga poin yang menjadi kesimpulan dari film tersebut, di antaranya mengenai pertama sunk cost policy adalah biaya peluang masa lalu yang sebagian atau benar-benar tidak dapat diperbaiki. Maka, harus dianggap tidak relevan dengan pengambilan keputusan di masa depan, misalkan bila suatu produk sudah tidak bagus menurut consumer, maka stop tidak perlu si produk tersebut dipoles-poles lagi karena sudah jelas tidak diminati oleh customer sehingga produk tersebut tidak akan menghabiskan biaya lebih banyak. Kemudian, kedua confirmation bias, yang merupakan keadaan di mana cenderung untuk memperhatikan informasi yang mendukung hal-hal yang kita percayai benar. Lalu ketiga, social approval, yaitu evaluasi yang positif dari setiap individu dalam suatu kelompok pada kontek sosial, padahal evaluasi yang negatif pun sebenarnya bisa menjadi masukan yang sangat berharga.

Eko menambahkan bahwa suatu perusahaan harus menunjukkan value yang diberikan kepada customer.

“Seperti Hotel Ibis, jika kita nyalakan TV-nya maka yang muncul bukan memperlihatkan fasilitas hotel tersebut tetapi memberi tahu bahwa hotel tersebut go green. Sehingga, orang-orang tahu bahwa hotel tersebut peduli pada lingkungan dengan cara memperlihatkan dan memberi tahu bahwa handuk yang tidak dicuci bisa menjadi pohon,” tambah Eko.

Selanjutnya diberi kesempatan kepada audiens untuk memberikan tanggapan terkait film Steve Jobs, serta feedbacknya untuk kegiatan #welovemonday. (riri/nwl/Red01)

430 total views, 1 views today