Semarang – Smart, sebuah kata singkat dan simple yang mudah dibaca dan diucapkan namun sangat-sangat butuh profesionalitas dalam pelaksanaannya. Smart yang juga merupakan bagian dari yel-yel budaya kerja kita Telkom tersebut dalam implementasinya kali ini pada sesi Customer Experience kelas Great People Development Program (GPDP) sedang berlangsung di ruang Indi Hall, Rabu (26/6).

Arief Nur menyampaikan bahwa kali ini berfokus bahasan pada sejauhmana produk sudah dikenal masyarakat dengan baik manakala di era digital sekarang produk kita dikenal masyarakat dengan cara digital pula, dan bagaimana upaya yang sudah kita lakukan melalui digitalisasi channel marketing.

Tampil bersahaja Arief Nur menyampaikan bahwa dalam mengakuisisi pelanggan melalui program customer touch poin diakui belum bisa menggiring pelanggan secara digital. Ia mencontohkan untuk sisi Problem Ticket Entry di mana pelanggan kalau melaporkan gangguannya sebagian besar (51%) melalui channel 147 dan belum melaui channel my.indihome yang disediakan yang cuma 17% terpakainya. Contoh lain pelanggan memperoleh informasi info IndiHome mayoritas (60%) kebanyakan dari info petugas, dan bukan dari web. Hal itu contoh nyata bahwa kita belum bisa menggiring pelanggan secara digital.

Tugas semua khususnya para peserta GPDP VI pada batch 8 kali ini untuk membuat pola kreatif agar arah yang harapannya untuk pelanggan bisa digiring melakukan aktivitasnya secara digital bisa terwujud.

Sharing season yang berlangsung selama dua jam tersebut diikuti 29 peserta GPDP VI batch 8 dengan topik bahasan customer experience tersebut kali ini diisi dari internal Telkom terasa lebih fokus dan bermanfaat secara langsung bagi peserta melalui tanya jawab yang bergulir. (#Team CorpU Semarang/red01)

249 total views, 1 views today