Semarang – Harus peduli dengan orang kecil, orang tersingkirkan, demikian Noviana Dibyantari mengawali sesi sharing seasonnya di ruang Indigo Hall pada GPDP VI batch 9, Kamis (11/7). Hal itu terucap karena kondisional lingkungan yang menggerakkannya untuk membantu orang-orang berkebutuhan khusus tatakala anaknya sendiri harus mengalami hal yang sama menjadikannya lebih fokus.

Pada skala tema wawasan kebangsaan secara global konsep tersebut juga memadai untuk diterapkan karena ketika kita peduli dengan orang kecil dan orang-orang yang tersingkirkan akan membantu masyarakat bahkan negara untuk mengurangi prosentase kemiskinan dengan mengentaskannya. Niat baik selalu ada jalan kebaikannya, dan keikhlasan akan menemukan jalannya, imbuhnya dihadapan 29 peserta GPDP VI yang rata-rata berusia millenial.

Sesi ini tidak hanya mempresentasikan ikhwal keberadaan Rumah Difable namun juga menghadirkan para penyandangnya, ada pemain musik yang handal, penyanyi yang sangat merdu suaranya, profesi auditor, juga penjahit sukses. Hal itu mengemukakan bahwa penyandang difable pun mampu meraih prestasi sebagaimana layaknya khalayak.

Satu hal yang tidak ingin disebutkan adalah bahwa penyandang difabel bukanlah seorang yang tidak punya kemampuan semestinya, melainkan mereka melakukan sesuatu hal dengan cara yang berbeda. Demikian itu diharapkan mampu mengusik sanubari kita agar terbangkin jiwa heroik kita sebagai yang bisa melakukan sesuatu dengan cara semestinya. (#Team CorpU Semarang/Otit)

270 total views, 1 views today