Semarang – Pada GPDP VI Batch 10 hari pertama terdapat materi yang disampaikan Faculty Member III Roosnelly Wahyuning Setiotirin terkait penggunaan media sosial yang baik untuk karyawan Telkom.

Hal ini dilatarbelakangi karena sosial media adalah salah satu fasilitas yang muncul karena adanya perkembangan teknologi internet yang kian pesat, kita mengenal Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya. Seperti yang diketahui bahwa sosial media adalah wadah opini bagi setiap orang yang mendaftar di dalamnya, tak terkecuali para karyawan Telkom. Hanya dalam menggunakan media sosial, karyawan Telkom harus memiliki etika yang perlu diikuti karena mereka secara tidak langsung menjadi representasi perusahaan di mata publik.

Selain menjelaskan tentang aturan-aturan serta pasal yang terkait UU ITE, dalam pembahasan kali ini juga dijelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh karyawan Telkom di media sosial. Hal ini karena sifat dari media sosial sendiri yang bisa menjadi boomerang bagi perusahaan apabila tidak dimanfaatkan dan digunakan dengan baik, bisa terdapat penyalahgunaan informasi, hingga pencurian data yang tentu tidak diinginkan oleh semua perusahaan.

Pada pertemuan kali ini, Nelly juga memaparkan beberapa masalah terkait media sosial yang ada di lingkungan Telkom. Dalam hal ini, para peserta GPDP sebagai generasi baru diminta untuk memberikan sebuah solusi terkait permasalahan tersebut. Solusi tersebut dibahas secara kelompok dan dipaparkan bersama untuk dijadikan bahan diskusi untuk semua peserta dan fasilitator.

Media sosial adalah hal yang begitu penting terutama untuk Telkom yang juga memiliki visi untuk menjadi “The King of Digital”, sehingga ide-ide baru terkait pemanfaatan media sosial akan berguna untuk perusahaan juga. (LA5/Red01)

435 total views, 1 views today