Jakarta – SGM Telkom Corporate University Bambang Budiono (BamBu) menjadi narasumber Talkshow 4.0 Corporate University in Millenial Era dengan tema “Attracting and Engaging Talents” dalam 5th Annual Corporate University Forum 2019 di Tiara 1 Room, Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Rabu (21/8).

BamBu dalam kesempatannya mengatakan Industrial Revolution 4.0 ini merupakan tantangan untuk kita dan dunia pendidikan. “Industrial Revolution 4.0 di mana menurut McKinsey 45% pekerjaan-pekerjaan yang ada sekarang akan hilang. Yang kedua, 65% ada pekerjaan-pekerjaan baru yang kitapun sampai saat ini belum tahu itu pekerjaannya apa. Ini tantangan buat kita. Hati-hati untuk dunia pendidikan karena 50% lebih akuntansi ataupun finance akan terkoreksi oleh automization digital. Kemudian bidang-bidang ini akan turun sekian besar”, kata BamBu.

Terkait corporate university experience, BamBu menuturkan Telkom CorpU merupakan pionir dari corporate universitydi Indonesia sehingga banyak perusahaan lain yang melakukan benchmark. “Telkom Corporate University Experience, ini pengalaman kami mengelola corporate university yang hampir dikatakan Telkom merupakan pionir dari corporate university di Indonesia.

Hampir semua BUMN di Indonesia benchmark-nya ke kami, termasuk ada Telkom Brunei, Telkom China, Tenaga National Berhad Malaysia, ada Petronas, dan seterusnya mereka benchmark-nya ke Gegerkalong termasuk dari LAN itu benchmark-nya ke Gegerkalong, base-nya kami di Bandung. Prestasi kami kemarin di Sao Paolo, Brazil mendapatkan Gold Award Global CCU Award 2019 di Best Overall Corporate Universitydunia. Sebelumnya juga kami terakreditasi internasional di Corporate Learning Improvement Process (CLIP) by EFMD”, tutur BamBu.

BamBu kemudian menjelaskan bahwa organisasi menjadi sangat penting karena corporate university itu adalah strategic tool.

“Untuk menurunkan tujuannya yaitu strategic tool, maka organisasi ini sangat penting. Ini akan menentukan keberhasilan sebuah corporate university. Yang disebut sebagai Telkom CorpU adalah Telkom sendiri, bukan TCUC tapi Telkom sehingga sebagai principal-nya adalah CEO Telkom. Kemudian kami hanya sebagai wakilnya principaluntuk me-running corporate center-nya. Yang disebut dekannya adalah Direktur Bisnisnya Telkom. Itu menunjukkan bahwa corporate university itu adalah strategic tool. Kemudian di kami hanya ada Senior Manager Academy yang lurus dengan menurunkan apa yang menjadi tujuan dari masing-masing dan dimana dean-nya ini turunnya langsung dari CEO kami sebagai principal. Organisasi ini kemudian banyak diamati oleh orang terus kemudian ditiru walaupun tidak penuh. Tapi dengan ini saja, teman-teman semua bisa tahu bagaimana powerfull-nya corporate university di Telkom”, jelas BamBu.

Lebih lanjut, BamBu menuturkan di Telkom kita me-running three prongs yang merupakan turunan dari visi Telkom. “Kemudian di Telkom itu kita me-running yang namanya three prongs, kita turunkan yang pertama adalah technicalatau functional competencies, kedua digital leadership competencies, kemudian ada professional competencies, ditengahnya ada values and beliefsLeadership kami pun menurunkannya karena Telkom itu visi nya jelas, to be the King Digital Company in the Region, maka semua yang kami turunkan di sini adalah kompetensi-kompetensi digital, termasuk leadershipnya digital leadership competencies.tutur BamBu.

Event yang diselenggarkan KNOWCAP ini, selain BamBu, dalam topik Corporate University Structure and Infrastructure for Technology based Learning ini juga menghadirkan VP Learning Departement Strategy and Monitoring PT. Bank Mandiri Rini Yuliastati. Event ini diikuti sebanyak 28 peserta dari berbagai instansi dan diselenggarakan selama dua hari. (*ykb/red01)

364 total views, 1 views today