Semarang – EVP TR 4 Djatmiko (Miko) menyampaikan sounding booster nya pada seremonial acara pelatihan Hack Idea #4 di Indigo Hall CorpU Semarang, Rabu (28/8). Pembukaannya dilakukan secara serentak Nasional melalui video conference appear.in. Hadir SM HC TR4 Margono serta para punggawa Amoeba Borobudur Yani Maria Kristi, Tri Heriyanta, dan Aris Dono. Pelatihan diikuti sejumlah 40 peserta yang rata-rata usia Gen-Y pegawai TR 4 se-Jateng & DIY tersebut.

“Kita harus berpikir mega, dengan berpikir mega customer satisfaction atau kepuasan pelanggan akan mudah tercapai secara otomatis, dan perusahaan akan memperoleh sesuatu. Kalau kita hanya berpikir sebatas keperluan pribadi maka yang diperoleh hasilnya nanti hanyalah kepuasan pribadi. Namun kalau kita berpikir kepuasan pelanggan maka akan diperoleh pelanggan yang terpuaskan; namun kalau kita mampu berpikir mega(global) maka perusahaan kita pun akan terpuaskan customernya. Kalau customer perusahaan kita terpuaskan maka keuntungan perusahaanpun gampang diraih, dan akan ada sesuatu yang mengalir dari perusahaan kita,” papar Miko menambahkan penjelasannya.

Terdapay tiga hal yang perlu dicermati dalam menjalankan bisnis di era saat ini yakni Legacy, Connectifity, dan Digitalisasi. Pengalaman memberitahukan bahwa ketiga hal tersebut bila kurang mencermatinya akan gagal dalam menjalankan bisnis. Miko menjabarkan lebih lanjut bahwa dari Legacy yang tidak dicermati PT. Pos menjadikannya tidak relevan dalam bisnis yang dijalankannya; dari sisi Connectivity sekarang mengandalkan IndiHome.

“Namun apakah umur IndiHome akan bertahan berapa lama kita tidak tahu dan kemungkinannya tidak akan lama. Dari sisi Digitalisasi, Hack Idea tidak cukup dengan hanya mendigitalisasi saja tapi haruslah mampu mendigitaliize bisnis. Begitu kalau Telkom ingin bertahan lama,” papar Miko.

Upaya untuk membuat Hack Idea tidak terlalu sulit bila bisa melihat sisi utamanya yakni dengan mencoba menemukenali apa yang dibutuhkan pelanggan. Sebagaimana ide Gojek yang ditemukan saat memanfaatkan kesulitan orang dari sisi transportasi yang ideal. Begitu juga dalam dunia telekomunikasi harus mampu memanfaatkan sesuatu yang begitu dibutuhkan orang menjadi sebuah keuntungan dalam berbisnis.

321 total views, 1 views today