Ada beberapa yang harus dikenal dan dipahami, tidak hanya sekadar dihafalkan tapi diimplementasikan ke kehidupan sehari-hari dan termasuk perubahan zaman yang dinamis,” jelas Edi. Edi juga mengingatkan kepada siswa GPTP X wajib hukumnya untuk membela negara ini karena kalian merupakan karyawan BUMN. “Satu lagi yang perlu saya ingatkan kepada adik-adik, kalau nanti diterima, kalian adalah karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kalau kalian jadi karyawan bagian dari negara ini, wajib hukumnya membela negara ini. Tidak boleh merugikan negara, tidak boleh menjelekkan negara, tapi mengkritik yang sifatnya konstruktif harus disampaikan kepada jalur-jalur yang pas,” ingat Edi. Sebelumnya, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan Pelatihan Pembinaan Karakter (PPK) GPTP X dengan Inspektur Upacara CHCO TelkomGroup Edi Witjara yang juga menyematkan tanda siswa PPK kepada perwakilan siswa GPTP X disaksikan para Senior Leaders Dit. HCM serta pelatih Pusdihub. GPTP X akan menjalani masa PPK di Pusdikhub selama 30 hari, dilanjutkan in-class training di Telkom CorpU selama 30 hari yang nantinya akan diberikan penugasan On the Job Training (OJT) dan berikutnya akan menjalani proses Karyawan Dalam Masa Percobaan (KDMP) sebelum diangkat menjadi karyawan Telkom.

Cimahi – CHCO TelkomGroup Edi Witjara memberikan fire briefing kepada 103 siswa Great People Trainee Program (GPTP) X TelkomGroup 2019 di Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub) TNI AD Cimahi, Senin (2/9). Hadir SGM Telkom Corporate University Bambang Budiono, para Senior Leaders Dit. HCM, serta pelatih Pusdikhub. Mengawali fire briefing, Edi mengatakan ada tiga tahap yang harus dilalui siswa GPTP X. “Yang harus saya sampaikan bahwa kalian 103 orang ini sudah memilih jalan hidup kalian, sejak pengumuman tanggal 31 Agustus sudah diterima menjadi siswa. Proses harus kita lalui, ada tiga tahap. Pendidikan disiplin dasar di Pusdikhub ini satu bulan, lalu satu bulan di Telkom CorpU dan berikutnya ada di lapangan, di Telkom bergabung dengan senior-senior kalian untuk membangun Telkom, membangun negeri ini,” kata Edi. Edi juga menjelaskan sejarah culture yang ada di Telkom mulai tahun 1980. “Culture-nya Telkom kalau diidentifikasi tentunya sebelum ada tapi saya coba potong mulai dari tahun 1980-an. Dari 1980 sudah ada beberapa culture yang saat itu cukup kuat, terus bergeser. Pergantian kepemimpinan di Telkom juga membawa warna, membawa nuansa baru. Saya jump saya mulai tahun 2013. Di sinilah mulai ada yang namanya The Telkom Way (TTW), nanti teman-teman pelajari TTW. 

258 total views, 2 views today