Bandung – Dalam rangka rencana pembentukan Learning Development Center (LDC), Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta melakukan benchmark ke Telkom CorpU. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 106 Media Lecture Telkom CorpU, Jumat (6/9).

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Besse Hartati hadir dan memberikan sambutannya. Peserta yang mengikuti benchmark kali ini berjumlah 12 orang. Koordinator Executive Learning AM Oki Wiranto turut hadir dan memberikan paparannya kepada peserta benchmark.

Dalam sambutannya, Besse Hartati menjelaskan terkait LDC yang akan dibentuk. Besse berharap dengan adanya benchmark dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta ke Telkom Corpu, dapat menambah insight, knowledge, dan referensi yang bagus dalam pembuatan LDC.

Adapun materi yang Oki paparkan terkait dengan penyusunan dan penyelenggaraan program pendidikan, pelatihan, serta pengelolaan sarana dan prasarana pelatihan di Telkom CorpU. Oki mengatakan bahwa daya saing orang Indonesia masih kurang berdasarkan hasil dari beberapa pengukuran, maka dari itu perlu diperbaiki.

“Daya saing kita kurang, ini ditunjukkan dengan beberapa pengukuran bahwa Indonesia lemah di matematika, bahasa, dan komunikasi. Nah ini yang perlu kita bangun dalam waktu cepat. Karena tahun 2030 kalau kita gak improve SDMnya, kita gak bakal punya keuntungan di sumber daya manusia, malah jadi rugi. Nah ini yang harus kita perbaiki.

Telkom dianggap berhasil mentransform SDMnya dari waktu ke waktu, karena kalo kita gak berubah hilanglah Telkom. Itu yang menyebabkan pemerintah melihat bahwa Telkom masih eksis. Pemerintah makin yakin, karena proses transformasi SDM yang dilakukan Telkom itu efektif,” ujar Oki. (riri/red01)

413 total views, 2 views today