Bandung – SGM Telkom CorpU Bambang Budiono (Bambu) menyapa dan berdiskusi dengan para Culture Agent/Culture Booster (CA/CB) Telkom CorpU di AMA CorpU, Jumat (20/9). Kegiatan bertujuan untuk tatap muka SGM dengan CA/CB Telkom CorpU dan sekaligus evaluasi program Culture. Hadir para CA/CB Telkom CorpU di sana.

Usai sebulan 20 hari berjalan, sejak dilakukan workshop Culture di awal bulan Agustus 2019, Bambu ingin berdiskusi serta mendengarkan perjalanan CA/CB Telkom CorpU.

Bambu mengatakan bahwa ia ingin mengetahui apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang membuat bisa terwujud. Selain itu, ia juga bertanya mengenai kegiatan apa yang belum terlaksana dan bagaimana saran dari para CA/CB Telkom CorpU agar itu bisa terlaksana.

Selain itu, Bambu juga menyampaikan bahwa CA/CB Telkom CorpU sebaiknya memiliki panduan semacam GBHN agar kegiatannya dapat tersusun. 

Maka ketika adanya pergantian Duty Manager (DM), programnya tetap terlaksana sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.

“Ini kayak GBHN, ini serahkan ke DM-nya. GBHN-nya harus tetap, walaupun kegiatannya beda. Jadi, tidak setiap DM punya program sendiri. Programnya tetap yang sudah disusun, hanya beda-beda DM-nya. Sampaikan ketika pergantian DM itu, ini loh daftar programnya yang sudah disusun bareng-bareng. 

Tapi sudah pasti yang dipikirkan bareng-bareng itu lebih baik daripada yang dipikirkan oleh satu kepala. DM itu kan tujuannya mengawal dan menjadi dirijen tiap bulan, caranya bagaimana, terserah,” ujar Bambu.

Bambu menjelaskan mengenai efektivitas dalam pembuatan event. Ia mengatakan bahwa event diperlukan tapi harus memiliki esensi. Event itu perlu untuk menandai titik-titik tetap ada, namun jika ingin menangkap sesuatu maka harus ada esensinya. Jika sudah kembali ke esensi, maka semuanya akan kembali natural.

Bambu juga memaparkan mengenai esensi dari JURASIK. JURASIK adalah salah satu program Culture Telkom CoprU, singkatan dari JUjur kami ingin RApi dan reSIK. Menurutnya, JURASIK itu bukan sekadar membersihkan meja kerja saja namun juga untuk diri sendiri.

“Meja harus bersih itu hanya trigger, tahap awal untuk penyemangat bahwa kita benar-benar ingin bersih. Tapi tahap selanjutnya setelah bersih, itu termasuk ke cara kita membawa organisasi ini, harus bersih. Setelah itu juga kita harus jujur kepada diri kita sendiri. Sudah rapi dan resik belum? Ini esensi”, tambah BamBu.

Setelah paparan dari SGM, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan masukan dari para CA/CB tentang program dan kegiatan culture di Telkom CorpU. CA/CB sangat antusias mengikuti kegiatan kali ini dan mengharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara reguler.
*(riri/Red01)

379 total views, 3 views today