Bandung – DirCons Siti Choiriana (Ana) memberikan fire briefing kepada 103 peserta Great People Trainee Program (GPTP) X TelkomGroup 2019 di Ruang Mojopia Barat, TelkomGroup Leadership Building, Telkom Corporate University, Kamis (24/10). Hadir SGM Telkom Corporate University Bambang Budiono, EVP Telkom Regional III Pontjo Suharwono, serta para Senior Leaders Telkom CorpU.

Dalam fire briefing-nya, Ana menekankan terkait profile Telkom yang merupakan public company. “Yang saya mau tekankan mengenai profile-nya Telkom Indonesia adalah Telkom Indonesia ini adalah public company, 52,09 persen sahamnya pemerintah, 47,91 persen sahamnya public”, ujar Ana.

Lebih lanjut, Ana mengatakan poinnya Telkom dimiliki publik harus professional dan sebagai perusahaan yang dimiliki pemerintah harus menjadi bagian dari agent of change, juga agent of development.

“Jadi poinnya adalah kita ini dimiliki publiconce kita menjadi bagian dari Telkom Indonesia, benar-benar kita harus professional karena kita public company yang seluruhnya kita pertanggungjawabkan kepada stakeholder bahkan kita listing di New York Stock Exchange (NYSE) dan the only one company yang listing di NYSE adalah Telkom Indonesia. Di satu sisi kita milik pemerintah, 52,09 persen sehingga kita juga harus menjadi bagian dari agent of change, kita harus menjadi bagian dari agent of development. Ini tanggung jawab semuanya. Jadi disatu sisi kita harus menjadi bagian dari agent of development, kita menjadi agent of change, di satu sisi kita harus benar-benar pertanggungjawabkan karena ini dimiliki oleh public. Kombinasi ini harus memunculkan orang-orang yang sangat-sangat bagus, orang-orang yang sangat professional”, kata Ana.

Ana menuturkan, Telkom sudah seperti holding yang di dalamnya banyak sekali anak perusahaan dan ini merupakan kesempatan besar untuk seluruh peserta GPTP X improve mempelajari segala hal.

“Kalau kita lihat, Telkom Indonesia ini sudah seperti holding yang di dalamnya banyak sekali, mulai dari Telkomsel, Mitratel, Telkom Akses, kita juga punya internasional bisnis (Telin), kita juga punya afiliasi bisnis, kita punya juga bisnis yang related dengan HR dan lain-lain. Inilah portfolio bisnisnya Telkom pada hari ini sehingga nanti pada saat semuanya ditempatkan sesuai dengan bidangnya masing-masing, sesuai dengan kompetensinya masing-masing maka itu bukan harga mati. Inilah kesempatan besar untuk improve untuk mempelajari segala hal,” tutur Ana.

Terkait industry broadband, Ana mengatakan kita tumbuh di angka 17 persen dan harus terus naik. Ana juga berpesan kepada GPTP X share knowledge nya harus tetap terjadi agar bisa membawa improvement yang luar biasa.

“Kalau pada hari ini kita bicara industry broadband tumbuh di angka 17 persen, maka kita harus dorong angka tersebut, mau 20 persen, mau 25 persen, pokoknya harus lebih baik karena kalau dibawah ini, kita mengalami kemunduran. Jadi GPTP X, share knowledge-nya harus terjadi satu dengan yang lain yang akan membawakan satu improvement yang luar biasa,” kata Ana.

Ana mengatakan bahwa IndiHome harus selalu leading 10 langkah di depan agar tidak ditiru kompetitor karena market share sudah di angka 86 persen.

“IndiHome pada hari ini, kalau bicara market share ini sudah di angka 86 persen. Kalau kita lihat angka market share kita sudah 86 persen, dalam kacamata tertentu kita sudah bagus, tapi kita harus moving so fast, karena kalau tidak kita akan terus ditiru. Maka dari itu kita harus menyiapkan 10 langkah jauh didepan untuk selalu leading dalam market share bahkan inipun kita sudah mendorong market keluar, tidak hanya di Indonesia,” kata Ana.

Setelah fire briefing, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya kepada DirCons dan diakhiri dengan foto bersama. (ykb/red01/Red03)

711 total views, 3 views today