Tahapan manajemen saat ini bercirikan transisi ke Industri 4.0. Revolusi industri ke empat ini, yang lebih dikenal sebagai Industri 4.0, dinobatkan saat inisiasi pada tahun 2011 yang diselenggarakan oleh para pengusaha, politisi, dan ilmuwan, yang menyatakannya sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing industri manufaktur Jerman melalui integrasi “sistem fisik dan saiber” tingkat lanjutan.

Buku ini, yang berisi riset terpilih akademisi Rusia, membedah Industri 4.0 dari awal kemunculannya sebagai fase lanjut Revolusi Industri. Para periset ini menganalisa fenomena ini melalui pendekatan akademik dan saintifik pada teori Industri 4.0 serta implementasinya di sektor nyata. Hasil riset ini membuka kekhasan dan faktor penghalang dalam implementasi Industri 4.0.

Pembaca bisa mendapatkan fakta berikut tentang Industri 4.0:

  • Industri 4.0 adalah fase lanjutan dari Revolusi Industri 3.0 yang berbasiskan Knowledge Economy.
  • Sumber daya manusia kreatif memegang peran kunci sebagai akselerator dalam proses pengembangan dan penyebaran Industri 4.0
  • Industri 4.0 adalah vektor baru dalam pertumbuhan knowledge economy
  • Untuk meningkatkan jumlah personil yang terlibat dalam sistem produksi yang unik ini, sangat diperlukan inisiasi dari lingkungan pendidikan
  • Pembentukan Industri 4.0 akan memastikan pengembangan yang inovatif dari sistem socio-ekonomik modern
  • Keberhasilan implementasi dari pendekatan ini ditentukan oleh kesiapan dari negara-negara dunia dalam melakukan kerja sama mutual dan kerelaan untuk membagi keuntungan mereka demi tercapainya kesejahteraan ekonomi skala global disertai keuntungan maksimal bagi individu di masa depan.

Industri 4.0 adalah wilayah baru dunia industri, yang muncul karena pertumbuhan dan penyebaran teknologi terkini — teknologi digital dan internet — yang memungkinkan pengembangan proses produksi yang sepenuhnya otomatis, sehingga objek kerja bisa berinterkasi tanpa melibatkan manusia. Industri 4.0 ini  menciptakan produk industri tradisional dan produk industri baru, yang tidak bisa dibuat di sektor ril di wilayah ekonomi yang lain. 

Keberadaan fenomena ini ditentukan bukan dari produk yang dihasilkan namun dari pengorganisasian proses produksi yang terjadi.  Kesemestaan model industri baru ini, yang ditawarkan oleh Industri 4.0, memungkinkan pembuatan produk apapun di dunia industri, membuka kemungkinan revolusi industri baru, melahirkan sebuah landmark dan standar industri global yang baru  yang menciptakan pembangunan sektor ril ekonomi di seluruh dunia.

Revolusi Industri Ketiga, sebagai dasar Industri 4.0, menyertakan transformasi yang kompleks dan mendalam pada sistem, struktur, institusi, hubungan, dan teknologi, yang mengubah cara, mekanisme, dan konten dalam pengorganisasian produksi, perdagangan, konsumsi, pelatihan, komunikasi, dan waktu luang.

Revolusi Industri Keempat ini adalah tahapan pembentukan konsep “Industri 4.0” di Jerman. Implementasinya menentukan eksistensi industri Jerman dalam menghadapi pergerakan produksi global di Asia dan negara berkembang lainnya. Faktor kunci “Industri 4.0” adalah peningkatan integrasi “sistem fisik dan saiber” dalam proses produksi pabrik.

Knowledge Economy
Knowledge economy adalah perspektif fenomena saintifik, karena menstimulasi perubahan kondisi ekonomi dan pembentukan status quo baru dalam sistem ekonomi tiap negara serta sistem ekonomi global. Dalam lingkup knowledge economy, sumber daya manusia adalah proses dinamik dari reproduksi yang terus meluas.

Transisi menuju Industri 4.0 akan diasosiasikan dengan solusi pada tugas kerja yang berhubungan dengan implementasi kecakapan, kreativitas, manajemen smart enterprise yang dijalankan melalui internet. Ini sesuai dengan pertanyaan Egorova et al. (2002) tentang kemampuan khas seseorang tidak hanya mereproduksi, menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menciptakan pengetahuan baru.

Dalam menyediakan jalan bagi transisi ke Industri 4.0, pendidikan tinggi berperan sebagai komponen sistem ekonomi ini yang mampu menyediakan peningkatan berkali lipat ilmu pengetahuan berkat tersedianya fitur-fitur spesifik yang diperlukan (sistem yang menyediakan secara luas dalam reproduksi sumber yang dibutuhkan, wadah, objek dan subyek pengetahuan; sistem buka-tutup, yang memungkinan efek integral ekonomi dan sosi-ekonomi dari kegiatannya, satu-satunya pemegang peran dalam aktivitas ini). Semangat untuk membawa potensi yang ada ini dinyatakan sebagai sebuah fungsi baru — inovatif intelektual.

Implementasi
Karena konsep Industri 4.0 ini relatif baru, periset menggunakan metode monitoring terhadap proses pembentukan Industri 4.0 serta evaluasi dari efektivitas Industri 4.0 dari sudut pandang stimulasi penggunaan knowledge economy. Hasilnya menunjukkan bahwa negara maju telah memulai pembentukan Industri 4.0, sementara negara berkembang masih dalam tahap pembentukan knowledge economy.

Bahkan tujuannya pun berbeda, negara maju bertujuan peningkatan pemasaran global, sementara negara berkembang untuk pertumbuhan internal dan pembangunan ekonomi mereka.

Meskipun riset tentang Industri 4.0 ini dilakukan di Rusia, hasil yang didapat bisa diterapkan di negara lain, karena indikator yang digunakan bisa diukur pula di negara-negara lain. Sedangkan perbandingan antara negara maju dan berkembang menyediakan informasi yang memadai bagi penentu kebijakan dalam mengimplementasikan Industri 4.0 di institusi mereka. Dari hasil ini pun, tampak bahwa peran pemerintahan sangat menentukan perkembangan Industri 4.0 di masing-masing negara.

Karena buku ini memaparkan hasil karya ilmiah, pembaca akan mendapatkan pemaparan yang serius dan sistematik dalam kalimat-kalimat yang cukup “berat”. Sebuah pemaparan yang lebih populer akan sangat membantu agar isi buku ini lebih mudah dipahami.

Meski demikian, apa yang dipaparkan sangat penting, sebuah referensi komprehensif bagi para manajer dan pengambil keputusan di industri apa pun, juga bagi akademisi, instruktur, bahkan pelajar atau mahasiswa.

Judul Buku          : Industry 4.0: Industrial Revolution of the 21st Century, Studies in Systems, Decision and Control, Volume 169
Editor (Penulis)  : Popkova, Elena G.; Ragulina, Yulia V.; Bogoviz, Aleksei V.
Penerbit                : Springer International Publishing AG, Switzerland, 2019
Jumlah halaman : 253 + xii

Link Buku :  http://bit.ly/Industry40-IROT21C
Cognitium Digital Library : http://cognitium-library.telkom.co.id/

711 total views, 1 views today