Menurut KBBI, milenial merupakan kata sifat yang memiliki definisi “berkaitan dengan generasi yang lahir di antara tahun 1980-an dan 2000-an”. Tidak seperti generasi sebelumnya, baby boomer dan generasi X, milenial merupakan generasi yang hidup di era serba teknologi. Khususnya di Indonesia, pertumbuhan teknologi yang semakin pesat menciptakan generasi milenial memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Yuswohady, seorang penulis buku bestseller telah menulis 50 buku semenjak 1999.

         Ia pun menulis buku mengenai bagaimana milenial telah membunuh semua hal yang biasanya dilakukan oleh generasi sebelumnya. Pada April 2019, Yuswohady meluncurkan buku yang ia tulis dengan judul “Millennials Kill Everything”. Buku ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama dengan isi 50 bab dan tebal 315 halaman. Seperti judulnya, buku ini menjelaskan hal hal apa saja yang dibunuh atau dihilangkan oleh generasi milenial.

          Yuswohady mengatakan bahwa millennial disruption sedang terjadi saat ini dan hal tersebut berdampak mematikan. Banyak hal yang dibunuh oleh generasi ini, dari mulai industri, teknologi, musik, olah raga, dan tingkah laku. Hal ini menyebabkan terbentuknya nilai-nilai, perilaku, dan preferensi dari generasi lama tidak relevan lagi bagi generasi saat ini.

        Sebelum terbit menjadi sebuah buku, tulisan ini sempat diterbitkan di blog www.yuswohady.com dengan judul “How Millennials Kill Everything” pada bulan November 2018. Karena banyaknya pembaca yang menikmati tulisan ini dan sempat tersebar luasnya di media sosial, akhirnya penulis melakukan riset dan melanjutkan tulisannya kembali selama 4 bulan. Dalam bukunya, ia mengatakan bahwa tulisan ini sebenarnya mengungkap kebiasaan konsumen milenial yang menyebabkan pergeseran ekstrem dan radikal atas terjatuhnya beberapa produk dan industri tertentu.

         Buku ini berisi 50 bab yang terbagi atas hal apa saja yang telah “terbunuh” oleh para generasi milenial. Hal hal yang dibahas setiap babnya cukup beragam. Mulai dari perilaku atau kebiasaan generasi milenial yang berbeda dengan generasi sebelumnya, sebuah layanan jasa, produk, bahkan genre musik. Beberapa kebiasaan generasi milenial yang dibahas dalam buku ini antara lain situasi dan kondisi tempat kerja, long-term employment, brand loyalty, social skills, materialism dan banyak lagi.

          Sebuah layanan jasa yang telah menurun atau terbunuh di dalam buku ini adalah agen perjalanan. Hal tersebut terjadi karena telah maraknya beberapa akses informasi cepat dalam bentuk daring dan aplikasi di smartphone yang dapat membantu para turis untuk melakukan wisata tanpa membayar jasa agen.

Sama halnya dengan beberapa produk seperti televisi, album foto, jam tangan, game konsol, rokok kretek bahkan sabun batang yang perlahan ditinggalkan oleh para generasi milenial. Pun musik rock yang semakin tergeser oleh musik hip hop dan genre lainnya berdasarkan  selera musik generasi milenial.

         Pada setiap babnya, penulis menjelaskan secara singkat bagaimana beberapa produk tersebut mulai menghilang dan terbunuh oleh generasi milenial. Alasan pergeseran minat atau kebiasaan masyarakat mengenai produk yang dibahas dijelaskan dengan deskpritif dan didukung oleh hasil riset terbaru. Beberapa riset dan data yang digunakan oleh penulis cukup beragam, seperti survey dari beberapa narasumber ataupun mengambil hasil dari data yang telah diterbitkan oleh beberapa website riset resmi, baik nasional maupun internasional.

        Ulasan dalam setiap bab cukup detail dan menarik, adanya poin poin, diagram, tabel membuat pembaca tidak akan merasa bosan dan lebih mudah memahami ulasan dengan baik. Selain itu, dalam setiap bab, penulis menyelipkan halaman “Marketing Lessons Learned” yang singkatnya berisi upaya atau inisiatif yang dapat dilakukan oleh para praktisi atau profesional di bidang marketing untuk menyiasati atau mengulas tentang kejatuhan produk atau industri mereka.

         Secara keseluruhan, buku ini cukup informatif dan mudah dibaca oleh seluruh pembaca dengan latar belakang berbeda-beda. Pemilihan kata, struktur kalimat dan pembagian ide tiap paragraf cukup umum dan mudah dipahami. Selain itu, ulasan tiap bab dalam buku ini tidak terlalu bertele-tele dan cukup singkat. Hanya dengan kurang lebih 3 halaman ulasan dan 1 halaman “saran” penulis, 1 bab dalam buku ini telah selesai.

       Oleh karena itu, pembaca tidak akan mudah bosan dan capek ketika ingin menyelesaikan bahasan pada setiap babnya. Akan tetapi, karena singkatnya ulasan dalam setiap bab, beberapa produk yang dijelaskan tidak memiliki informasi lengkap dan data riset yang dijadikan acuan tidak fokus pada satu negara atau wilayah sesuai bahasan saja. Contohnya, ada beberapa bab yang hanya menggunakan hasil riset Amerika dan hasil tersebut diterapkan di wilayah Indonesia.

         Mungkin hal tersebut dapat mengurangi kecocokan hasil ulasan yang terdapat pada bab tertentu. Meskipun begitu, buku ini secara umum telah menjelaskan gambaran besar mengenai kebiasaan konsumen generasi milenial yang telah meninggalkan beberapa kebiasaan dari generasi terdahulunya. Selain itu, buku ini dapat memberikan gambaran luas bagi para praktisi marketing yang ingin mengulas produk atau industrinya.

             

430 total views, 2 views today