Pemimpin adalah seorang teladan. Menjadi pemimpin perlu menguasai beberapa keterampilan, khususnya komunikasi. Komunikasi efektif antara pemimpin dan anggota merupakan hal penting dalam mencapai tujuan. Tujuan tersebut dapat tercapai jika informasi yang berusaha disampaikan oleh pemimpin dapat diterima, dimengerti dan diterapkan oleh anggotanya. Tanggung jawab pemimpin tidak hanya menyampaikan informasi berupa data dan fakta, hal emosional seperti bimbingan, dukungan, motivasi dan inspirasi merupakan faktor penting untuk mengembangkan keterampilan para anggota dan menjadi pemimpin yang teladan bagi mereka.

      Kristi Hedges, seorang pembimbing kepemimpinan dalam bidang komunikasi telah memiliki pengalaman yang cukup lama dalam bidang ini. Karyana telah meluas ke beberapa media besar tingkat internasional seperti Forbes.com, The Financial Times, The Wall Street Journal, The Huffington Post, CNBC, BBC, dan lainnya. Dalam bukunya yang berjudul “The Inspiration Code: How the Best Leaders Energize People Every Day”, ia menjelaskan bagaimana pemimpin berkembang menjadi seorang teladan yang inspiratif dan motivatif.

       Buku ini diterbitkan pada tahun 2017 oleh AMACOM, New York dengan tebal 261 halaman dan terbagi atas 4 bab umum dengan jumlah 12 sub bab. Buku ini merupakan sebuah pedoman bagi para pemimpin untuk mempelajari keterampilan berkomunikasi, menyampaikan antusiasme, visi dan imajinasi kepada para anggotanya dengan tujuan menghasilkan para pekerja yang berkinerja tinggi.

           Pada dasarnya, buku ini memperkenalkan model Inspire Path sebagai kerangka kerja untuk melakukan proses komunikasi. Kerangka atau cara ini akan membantu seorang pemimpin mengembangkan komunikasi yang inspiratif. Meskipun setiap orang memiliki referensi berbeda untuk mendapatkan inspirasi seperti mendengarkan musik, membaca buku atau menonton tayangan, Hedges mengatakan bahwa komunikasi interpersonal yang sebenarnya dapat menginspirasi tiap orang. Model Inspire Path memiliki fokus dalam empat hal yaitu Present, Personal, Passionate dan Purposeful. Empat hal tersebut secara detail dan runtut dijelaskan di setiap bab dalam buku ini.

            Bab pertama, menjelaskan poin Present dengan fokus pada alasan kita hadir untuk seseorang dan bagaimana cara kita untuk ‘hadir’ dalam segala situasi dan kondisi. Meskipun kehadiran terdengar mudah, beberapa aspek seperti mendengarkan, memperhatikan, memahami dan fokus merupakan beberapa aspek yang harus diperhatikan. Poin ini menjelaskan tahapan awal bagaimana seorang pemimpin dapat berkomunikasi dengan efektif guna mengembangkan para anggotanya.

            Poin Personal dijelaskan di Bab kedua dengan fokus pada beberapa sifat yang ada pada diri seorang pemimpin. Menjadi pemimpin yang inspiratif membutuhkan keaslian. Menjadi seseorang yang autentik, nyata dan yakin merupakan beberapa faktor yang dapat membantu kesuksesan dalam poin ini. Bab ini memberi penjelasan lebih lengkap mengenai definisi autentik dan bagaimana cara melakukannya dengan kontinu.

            Bab ke tiga menjelaskan poin Passionate, mengharuskan kita memiliki niat dan semangat dalam melakukan segala hal. Hedges mengatakan, ketika kita memiliki passion atau koneksi emosional lainnya dalam melakukan suatu hal, maka hal tersebut tidak lagi menjadi beban. Bab ini berisi 3 sub bab yang secara runtut menjelaskan penerapan Passionate dalam melakukan pekerjaan dan berkomunikasi.

          Bab ke empat ini menjelaskan tahapan akhir dalam model Inspire Path, Purposeful. Poin ini merupakan tahapan akhir yang menentukan hasil dari seorang pemimpin dalam mengembangkan anggotanya. Beberapa poin penting dalam bab ini yang berkaitan dalam proses komunikasi inspiratif adalah good at doing, enjoy doing, usefulness, forward momentum dan relationship to others. Selain itu, ulasan mengenai keberanian pun dijelaskan dengan berbagai faktor dan konteks untuk mencapai tujuan seorang pemimpin. Bab ini bertujuan agar seorang pemimpin dapat menjadi pemimpin yang inspiratif dan teladan sehingga dapat memajukan, mencerdaskan dan mengembangkan para anggotanya.

         Secara keseluruhan, penulisan dalam buku ini sangat informatif dan mudah dibaca. Pemilihan kata, struktur kalimat dan poin dalam setiap paragraf mudah dimengerti oleh pembaca baik dalam lingkup profesional maupun awam. Penulisan buku ini cukup menarik untuk dibaca. Penulis sering menjelaskan beberapa kerangka kerja dari buku ini didukung dengan pengalaman pribadi miliknya.

       Bergelut di bidang kepemimpinan dan komunikasi membantunya untuk memiliki pengalaman di beberapa bidang pekerjaan dan bekerja dengan beberapa tokoh penting. Tentunya, pengalaman penulis tersebut sangat membantu bagi para pembaca dari berbagai latar belakang. Selain itu, dalam setiap babnya, Hedges secara runtut mendeskripsikan penjelasan, parktik dan hasil yang akan didapat dalam penerapan setiap poin. Hal ini pun dibantu oleh adanya beberapa contoh detail dalam bentuk diagram, poin dan tabel.

        Kelebihan buku ini tentunya terdapat pada model atau Path yang dijelaskan oleh Hedges. Seperti yang telah ia jelaskan, saat ini beberapa pemimpin sangat membutuhkan strategi untuk menginspirasi anggotanya. Buku ini pun hadir dengan kerangka kerja yang dapat merealisasikan strategi tersebut dan membantu para pemimpin mencapai tujuannya. Meskipun begitu, buku ini tidak begitu fokus dan memberi gambaran luas dan detail bagi para pemimpin yang belum tahu ada di posisi atau skala manakah mereka untuk menjadi pemimpin inspiratif.

          Keterampilan apa saja yang harus dikembangkan sebelum mereka dapat melakukan komunikasi secara inspiratif dan efektif. Tentunya, hal ini merupakan poin penting untuk pemimpin pemula yang ingin memulai cita-citanya. Akan tetapi, secara keseluruhan buku ini telah menjawab kebingungan para pemimpin dalam membentuk lingkungan kerja yang inspiratif dan membantu para pemimpin dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan yang insipratif.

Link Buku : https://cognitium-library.telkom.co.id/books/details/73MjZPVGxPZWxsNFRYcHJlVTVuUFQwPQ==

463 total views, 1 views today