Surabaya – Jika kita selalu menyisihkan uang recehan dan dimasukkan di kotak amal Masjid atau Musala, maka berarti kita telah membantu Pengurus Masjid atau Musala dalam upaya merawat dan memelihara tempat ibadah kita selaku umat Islam yang setiap hari selalu sholat berjamaah. Di Musala Baitul Ilmi LA-5, Jl. Gayungan PTT No. 17-19 Surabaya memang disediakan kotak amal berupa kenclengan uang oleh Pengurus dengan harapan para jamaah bisa menyisihkan sebagian rejekinya.

Hari demi hari, minggu demi minggu dan bulan demi bulan, hasil dari sumbangan tersebut dapat memperbaiki tempat wudhu secara swadaya. Rasa bangga dan syukur mencuat serta haru dari wajah-wajah Pengurus ketika tempat wudhu tersebut berhasil diselesaikan yang dibiayai dari amal dan dana para jamaah yang dimasukkan di kotak amal atau kenclengan. Para Pengurus Musala tersebut adalah rekan Agung, Anam dan Suwaji. Menurut Agung yang paling rajin membantu finishing tempat wudhu adalah rekan Sutikno, Ghofur dan Slamet yang merupakan Satpam ITTS.

Recehan maupun lembaran uang dari jamaah tersebut InsyaAllah memiliki nilai ibadah tersendiri, sebab selama tempat wudhu tersebut ada dan dimanfaatkan untuk berwudhu atau bersuci sebelum melakukan ibadah sholat, maka insyaAllah amalannya tidak akan putus. Di era teknologi digital sekarang ternyata ada juga istilah “kencleng digital” yang diciptakan oleh Telkomsel yang digunakan untuk bantuan operasional Masjid yang menggantikan fungsi kotak amal dalam bentuk QR code.

Terlepas dari kencleng digital atau kencleng manual, yang penting niat amal kita dicatat sebagai nilai ibadah oleh Allah SWT. Kotak amal ini bisa kita pakai sebagai edukasi bagi anak-anak untuk beramal. (CorpU_Area-5@2019/ola/Red01).

329 total views, 2 views today