Surabaya -Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata hijab lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim dan secara tata bahasa berarti ‘penghalang’. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Demikian yang disampaikan oleh Ustadz Koh Dennis Lim dalam acara rutin kultum di Mushollah Baitul Ilmi LA-5 Jl. Gayungan PTT No. 17-19, Surabaya, Kamis (14/11).

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa dasar Hukum Islam berhijab dalam Al-Qur’an sesuai firman Allah : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS. Al-Ahzab 33:59)

Perkembangan muslimah berhijab kini semakin menjadi tren dan menjamur baik di dunia maupun di Indonesia. Kita patut bersyukur tentara muslimah maupun Polwan muslimah di Indonesia saat ini sudah banyak yang berhijab. Aturan tentang Hijab sudah dipaparkan oleh Al Quran dan Hadist, namun terkadang wanita-wanita modern (mengaku diri modern dan tidak ketinggalan jaman) mengindahkan hal tersebut, ada yang beralasan hati belum siap, ada pula yang enggan menggunakan Jilbab, berbagai alasan merekapun bermacam-macam, bahkan ada pula yang demi pekerjaan seseorang harus melepas hijabnya, walau tak banyak tapi cukup memprihatinkan. Kita berharap dan berdoa semoga selalu mendapat hidayahNya.

Sejatinya, semua wanita dilahirkan dengan kecantikan dan keunikannya tersendiri. Namun, sebagian diantaranya terkenal karena parasnya yang menawan. Selain dikenal karena kecantikannya, mereka pun begitu inspiratif sebagai seorang perempuan Muslimah yang menginspirasi banyak wanita muslim lainnya di dunia.

(CorpU_Surabaya@2019/Red01)

765 total views, 2 views today