Jakarta – Presentasi yang menampilkan 8 pembicara dalam acara AM Bootcamp CFU WIB 2019 dihadiri Lisa Maralane Situmorang dari Mitratel. Kegiatan berlangsung di Sky 2 Hotel Mercure Sabang Jakarta, Rabu (11/12).

Dengan presentasi singkat, Lisa menjelaskan ada enam portfolio dari Mitratel yaitu built to suit, colocation, reseller, project solution, managed services, dan digital services.

Sekilas tentang Mitratel, Mitratel itu portfolionya itu ada enam, yaitu built to suit, colocation, reseller, project solution, managed services, dan digital services. Built to suit di mana Mitratel membangunkan tower di lokasi-lokasi yang spesifikasi request dari customer.

“Jadi sebelumnya itu kita datang ke customer, kita mengetahui dari mereka problem dan kebutuhannya apa, kalau mereka butuh untuk jasa pembangunan tower, kita akan bangunkan di titik-titik yang mereka mau. Kemudian colocation ini adalah tower-tower yang Mitratel sudah punya. Sebagai informasi, Mitratel saat ini memiliki tower existing sebanyak 15.800 setelah kemarin kita juga beli tower Indosat sebanyak 2.100 dan kita menjadi tower provider terbesar kedua setelah Protelindo yang sebelumnya kita menduduki posisi ketiga. Ketiga, reseller di mana selain kita menjual tower-tower kita sendiri, kita juga menjual tower-tower partner kita. Yang sudah kita lakukan itu kemarin kita punya kerja sama terhadap tower dari H3I, terhadap tower dari Indosat dan dari Inti Bangun Sejahtera. Keempat, project solution dimana project ini merupakan one-time service. Jadi kalau untuk project solution ini yang kita sampaikan adalah terkait pekerjaan mini CME. Kelima, managed service di mana kalau di kita kemarin masalah IP yang kerja sama dengan Telkom. Keenam, adalah digital service. Layanan yang menggunakan teknologi berbasis IoT untuk memenuhi kebutuhan customer. Yang sudah kita lakukan salah satunya di Kupang, kita kerja sama dengan istri dari bupati disana terkait smart irrigation. Dan yang kita tahu Kupang itu panas dan petani-petani disana sering mengeluh seringkali tanam tapi cepat kering sehingga mereka harus sering menyirami,” jelas Lisa.

Selain itu, Lisa juga mengatakan Mitratel berhasil mendapatkan sertifikat dari XL pada Juni 2019 karena berhasil memberikan jasa kepada mereka dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tepat waktu, dalam membangun tower ataupun menyelesaikan di pekerjaan kolokasi di site-site existing Mitratel. (*ykb/Red01)

449 total views, 1 views today