Surabaya – Seperti biasa setiap musim hujan disertai angin yang cukup kencang, maka air hujan tersebut tampias menerpa di samping kiri, kanan dan belakang musala. Demikian yang terjadi saat hujan pertama kali di Surabaya, walaupun tak berlangsung terlalu lama, namun lumayan deras disertai angin kencang, air pun tampias, sehingga para jamaah pada saat shalat Ashar di Musala Baitul Ilmi LA-5 JLn. Gayungan PTT No. 17-19, Surabaya harus mengendap-endap menghindari air dan becek, Senin (17/12).

Keesokan pagi harinya, rekan-rekan LA-5 membersihkan bekas-bekas percikan air hujan tersebut yang masih basah dan bekas-bekas telapak sepatu dan sandal terkena becek di pinggir musala. Sebagian jamaah saat sholat Ashar kemarin sedikit berbasah-basah. Setiap musim hujan membuat taman dan paving block menjadi becek, bahkan ada genangan walau sedikit. Upaya bersih-bersih tersebut menunjukkan, bahwa rekan-rekan memang jujur ingin rapi dan resik (JURASIK).

Cipratan air memang bikin risih apalagi ketika saat sholat. Baru dibersihkan, sebentar kemudian kotor lagi, karena hujan lagi-lagi turun. Apalagi cipratan air hujan yang mengandung tanah atau lumpur, sudah pasti bikin kesal. Semua itu bisa diatasi dengan program culture Telkom CorpU JURASIK, setiap kali setelah turun hujan harus segera dibersihkan.

Biasanya untuk mencegah atau mengurangi cipratan yang kotor mengandung tanah atau lumpur, cukup menebarkan batu-batu kerikil atau batu koral. Atau kalau tidak mau menutup seluruh permukaan taman, bisa ditebarkan di tepiannya, yang langsung berbatasan dengan lantai musala. Dengan demikian, air hujan yang turun tidak langsung mengenai tanah. Kalau pun ada cipratan air, tidak akan sekotor kalau air hujan langsung menyentuh permukaan tanah. (CorpU_Surabaya@2019/ola/Red01)

295 total views, 2 views today