Surabaya – Dalam suasana hujan yang cukup deras, Kultum LA-5 berjalan lancar, bahkan jamaahnya stabil dan lumayan banyak. Ustadz Koh Dennis Lim mengawali Kultumnya di Mushollah BAITUL ILMI LA-5 Jln. Gayungan PTT No. 17-19, Surabaya, Senin (16/12).

“Semoga hujannya barokah dan membawa kebaikan bagi seluruh umat,” jelas Ustadz Koh Dennis.

Selanjutnya Ustadz Koh Dennis Lim menerangkan tentang sesuatu yang menurut kita sepele, namun luar biasa bagi Allah SWT. Contoh jika ada kulit pisang di tengah jalan, maka sebaiknya segerakan dipinggirkan atau langsung buang ke tempat sampah. Sebab, jika tidak kemungkinan membahayakan bagi pengguna jalan, misalnya terpeleset dan jatuh. Mengamankan kulit pisang tersebut biasanya dianggap sepele, namun bagi Allah beda, sebab Allah akan memberikan pahala bagi yang berbuat baik mengamankan agar tidak membahayakan orang lain. Berbuat amal baik sekalipun hanya menyingkirkan kulit pisang itu.

Ustadz Kok Dennis menegaskan bahwa amal baik jangan ditunda dan jangan sampai nyawa sudah sampai di tenggorakan baru sadar untuk berbuat baik. Salah satu pelajaran atau Lesson Learned yang terkandung dari peristiwa ini adalah, menganjurkan kepada kita untuk bersegera bersedekah dan melakukan amal-amal baik lainnya seperti kisah kulit pisang.

Hal ini selaras dengan firman Allah SWT yang termaktub dalam Alqur’an surat Al-Baqarah (2) ayat 148: “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” Seperti menyingkiran kulit pisang jangan ditunda, harus disegerakan. Hal ini berarti atau makna berlomba-lomba berbuat kebaikan. Bila kita menunda-nunda amal kebaikan bisa menjadikan amal baik yang akan kita lakukan itu tidak terlaksana. Itu karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput diri kita. (CorpU_Surabaya/Red01)

345 total views, 1 views today