Bandung – Kegiatan GPMP III Batch 27 dan GMP V Batch 41 resmi dibuka oleh SM Leadership Academy Asep Mulyana, di Ruang InEx Room TelkomGroup Leadership Building pada Senin (13/1).

hadir Manager Learning Design and Development Telkom CorpU Irma Dewijani Gustika, para peserta GPMP III Batch-27 sejumlah 28 orang dan peserta GPMP V Batch 41 sejumlah 30 orang.

Asep memaparkan banyak sektor industri terguncang di era distrupsi, khususnya industri media, telco, dan entertainment.

“Yang menjadi sektor paling pertama terkena disrupsi adalah sektor industri media, telco, dan entertainment, akibatnya banyak perusahaan raksasa dunia melakukan PHK besar-besaran karena tidak mampu bersaing,” papar Asep.

Ia menambahkan bahwa harus bergerak menjadi seorang digital leader, leader harus cermat dalam mengetahui ancaman disrupsi dari berbagai sektor. Pada era disrupsi, digital leader harus bisa mengoperasikan digital tools, harus bisa memilih investasi yang tepat di bidang digital, dan harus mengenal siapa disruptor serta cara mengatasinya.

Lebih lanjutnya Asep menjelaskan strategi untuk menghadapi disrupsi yaitu konsep 7 Leap Strategi. Pertama yaitu unlearn, berkaitan dengan learning yang bisa dari mana saja, listening dari siapa saja. Kemudian kedua avoid fear of disruption, jangan resah dan takut namun kita harus mencari jawaban untuk mengatasi para disruptor. Ketiga, reframe the old mindset, seperti saat ini kita sudah bergerak dari telco ke digital. Keempat, reskill yang diperbaharui agar lebih baik dan meningkat. Kelima, reinvent untuk menemukan kembali ide- ide dan mindset untuk dikembangkan. Keenam, milenial yang bertumpu pada berpikir seperti milenial. Kemudian yang terakhir yaitu leisurize yang mengutamakan pelanggan agar merasa nyaman.

Kegiatan pembukaan GPMP diakhiri dengan sesi foto dan dilanjutkan dengan pemaparan Learning Journey oleh Irma Dewijani untuk peserta GPMP Batch V. (fns,dys/ola/red01)

222 total views, 1 views today