Bandung – Kominfo berkolaborasi dengan Telkom CorpU dan Tel-U dalam ToT Penyelenggaraan Digital Talent Scholarship (DTS) yang difasilitasi oleh Perkumpulan Professional Teknologi Informasi (PPTI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi Indonesia (LSP TII) di TelkomGroup Leadership Building, kampus Telkom CorpU, pada Senin (20/1).

Turut hadir Coordinator Group of Faculty Member Oki Wiranto, Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Kominfo Herry Abdul Aziz, dan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Profesional Teknologi Informasi Heri Sutrisno serta 30 peserta yang berasal dari Telkom CorpU, Tel-U dan Kominfo. Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 5 hari dari mulai hari ini hingga Jum’at 24 January 2020.

Dalam sambutannya Oki menjelaskan terkait pelatihan ToT Penyelenggaraan DTS.

“Hari ini kita disini akan melakukan pelatihan ToT Digital Talent Scholarship (DTS) Kominfo. Target Kominfo memberikan training talent untuk scholarship ini sekitar 50.000 dan kita ini termasuk bagian akan membatu mencapai target itu. Untuk itu hari ini dilakukan ToT agar kita bisa menjalankan tugas negara itu untuk bisa memberika sertifikasi ke seluruh Indonesia yang pesertanya dari mulai STM, Universitas dan lainya”, jelasnya.

Beliau memaparkan bahwa ini adalah kolaborari sinergi yang dilakukan Telkom CorpU dan Tel-U, untuk men-create trainer sebanyak mungkin yang bisa menyerap untuk kebutuhan mensertifikasi 50.000 peserta target Digital Talent Scholarship. Materi pada saat ini masih mencangkup 3 materi yang akan mensertifikasi anak-anak STM dan perguruan tinggi lainya yaitu business analyst, project management, dan business requirement.

Lebih lanjut Beliau menuturkan bahwa ke 7 learning area yang dimiliki Telkom dapat dimanfaatkan untuk spreading para peserta. “learning area Telkom itu ada 7 Regional dan saya harapkan nanti bisa kita spreading kesana, kecepatannya bisa kita manfaatkan dan kawan-kawan ini menjadi pioneer untuk bisa melakukan itu, dan saya harap kolaborasi bisa tetap terus berlangsung dan CorpU ini menjadi on behalf tempat uji kompetensinya Tel-U”, tutur Oki.

Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Kominfo Herry Abdul Aziz dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Digital Talent Scholarship ini sudah ada sejak tahun 2018 lalu.

“Program ini sudah ada sejak tahun 2018 awalnya Cuma seribu sebagai uji coba tetapi yang datang sebanyak 48.000 dan yang lolos sebanyak 26.000 kemudian di seleksi lagi dapat 900 sekian, dan di tahun 2019 Jokowi minta sebanyak 100.000 dan kita coba 25.000 dan ternyata tidak bisa tercapai”, tutur Herry.

Lebih lanjut Beliau menceritakan bahwa satu batch sebelumnya tidak bisa tercapai, karena ternyata tidak mudah mencari orang yang ingin dilatih dengan scholarship ini dengan target peserta pelatihannya itu bisa saja first graduate, kemudian anak SMK, guru, dan orang yang ingin meningkatkan kompetensinya. Kami mencoba kembali di batch 2 dan dinaikan menjadi 50.000 peserta, tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri kami butuh Telkom yang memang sudah terlibat sejak tahun 2019 dan tahun 2020 sekarang ini akan dikembangkan lagi.

Herry berharap program ini dapat meningkatkan kompetensi SDM Indonesia.

“Kami berharap banyak dari saudara-saudara dalam program Digital Talent Schoolarship ini. Semoga program ini yang dimana dapat meningkatkan kompetensi SDM bisa menjadi titik awal yang baik untuk Indonesia kedepan,” ujarnya.

(ola/Red01)

351 total views, 1 views today