Bandung – Acara mingguan yang diselenggarakan Telkom CorpU yaitu Expert Insights series #16 merupakan special edition telah sampai di penghujung pekan. Series special edition Expert Insights ditutup pembicara dari Komisaris Utama Telkom Prof. Rhenald Kasali pada Jumat(21/8).

Acara ini bisa terlaksana dengan lancar dengan dukungan pihak-pihak yang menaruh perhatian terhadap ilmu pengetahuan serta pengalaman bagi seluruh sahabat Expert Insights yang tergabung dalam komunitas pembelajar di seluruh Indonesia. Hadir sekitar 850 peserta melalui aplikasi CloudX juga streaming Youtube di Channel Cognitium Digital Studio.

Kegiatan dibuka oleh welcome speech dari SGM Telkom CorpU Bambang Budiono (BamBu) yang menyampaikan sedikit informasi mengenai pemateri pada Expert Insights kali ini.

“Pak Rhenald Kasali memberikan kesempatan untuk kita semua mengetahui lebih dalam karena beliau adalah pakarnya tentang transformasi digital juga kesiapan warga Indonesia utamanya dalam mengahadapi era digitalisasi ini,” ungkap BamBu pada sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan memutar sebuah video dari Prof. Rhenald dari tahun 1989 mengenai bagaimana manusia dan dunia mengikuti berbagai macam perubahan teknologi. Hal tersebut dimulai dari era militer yang kemudian muncul globalisasi dan sebagainya. Saat perang dunia I dan II telah terlewati, menurut Prof. Rhenald dunia saat ini telah melewati perang dunia III, IV dan V di mana perang dunia ke V adalah perang dagang antara Amerika dan Tiongkok yang menyebabkan juga perang narasi pada masa ini. “Semua orang punya panggung untuk menyampaikan banyak hal, saat ini ada dua hal yang kita hadapi yaitu pandemi dengan infodemi,” tutur Prof. Rhenald.

Prof. Rhenald menyampaikan bahwa saat ini banyak perubahan yang dihadapi, salah satunya resesi yang biasanya dihadapi dengan inflasi tapi saat ini inflasi begitu rendah. Namun hal lain yang berhubungan dengan teknologi yang menjadi masalah utamanya. Dunia digital mengubah banyak hal, pandemik tidak berdiri sendiri.

“Perubahan menciptakan ketimpangan baru. Selain kapitalisme muncul juga marxisme. Kita menghadapi teknologi divide , ada kelompok yang sudah beradaptasi dan kelompok yang belum beradaptasi. Di Indonesia ada 12.700 desa yang belum terhubung dengan teknologi. Hal ini bisa menjadi suatu kesempatan untuk memperbaiki infrastrukur fisik juga membangun infrastruktur digital, saat ini 12.700 desa sedang diupayakan pemasangan inrastruktur digital dengan diturukan kalau gak salah 70 T dan ada peranan Telkom dan perusahaan telekomunkasi yang diwajibkan di beberapa persen desa,” jelas Prof. Rhenald.

Menurut Prof. Rhenald, Telkom pun mempersiapkan diri untuk mengahadapi dan berjalan lebih dekat ke era digitalisasi dengan melihat dua hal kepada supply dan perubahan market. Perusahaan juga harus melihat perubahan prioritas masyarakat. Telkom menggarap serius soal teknologi digital dimulai dari pelayanan kesehatan dan pangan, pendidikan, finansial dan hiburan dimulai dari film hingga game.

Prof. Rhenald juga menyampaikan tentang 7 kecerdasan baru yang harus dimiliki untuk menjadi cara beradaptasi dan bertahan di transformasi digital seperti ini. Adapun di antaranya kecerdasan beradaptasi, kecerdasan teknologi dengan kemampuan memahami dan mengikuti kekuatan teknologi, kecerdasan sosial dan emosional, kecerdasan kontekstual, memahami dan membaca konteks, kecerdasan moral, kecerdasan generatif, kecerdasan eksploratif dan transformasional, juga kecerdasan ekosistem.

Prof. Rhenald kembali menampilkan video dan dilanjutkan sesi tanya jawab serta closing statement dari pembicara(Refika/Ola/nwl/Red01)

402 total views, 1 views today