Makassar – Witel Makassar dan Manado mengadakan acara Coaching Performansi TR 7 yang bertujuan untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan kinerja dan perfomansi karyawan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom meeting Rabu (9/9). Hadir EVP TR 7 Aris Dwi Tjahjanto, SGM Telkom CorpU Jemy Confido dan beberapa Senior Leader TR7 dan Telkom CorpU serta Tim Coach TelkomGroup dan para fasilitator.

Acara diawali dengan pembukaan kelas coaching dilanjutkan pemaparan materi dari para coaching. Tim coaching untuk Witel Makassar dan Manado ini merupakan Tim Coach Telkom Group hasil kolaborasi para Coach dari HCD, PMO, dan CorpU.

Aris begitu apresiasi karena kegiatan ini mampu meningkatkan performansi TR 7 secara nasional. Aris menyampaikan bahwa acara ini adalah suatu bentuk pelatihan yang langsung aplikasi.

“Saya ucapkan terimakasih kepada para coach TR 7. Kali ini pelatihan yang luar biasa, pelatihannya langsung, implementasinya langsung, dan hasilnya juga bisa langsung dilaksanakan. Kalau ini pelatihannya berdampak langsung ke kinerja, langsung terimplementasi dan jutsru ini yang kita harapkan. Karena goals pelatihan itu meningkatkan kompetensi, dan goals kompetensi itu ujung-ujungnya juga meningkatkan performansi,” papar Aris.

Pada kesempatan ini pun disampaikan laporan dari Djadja dan Sujito. Djadja menuturkan bahwa coaching yang sudah dilakukan terhadap 2 Witel terbesar yang dipilih yaitu Makassar dan Manado, memang berdampak sekali terhadap peningkatan performance C3MR Treg 7 secara nasional.

“Hasil akhir di bulan Agustus itu di Makassar mencapai 97,18 dan di Manado 97,10. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Karena dari yang biasanya berada di rangking 7, di bulan Agustus ini Treg 7 menduduki rangking 4 secara nasional mengalahkan Treg 1, 2, dan 3,” ujar Djadja dengan bangga.

Sujito pun mengamini dan menyatakan apresiasinya untuk kegiatan ini dan mengakui bahwa coaching dari CorpU hasilnya luar biasa. Sujito pun menantang Tim Coach untuk bisa menghijaukan CT 0 di Witel yang masih merah saat ini. “Hal ini menyangkut proses end to end dari depan hingga belakang.

“Prosesnya menyangkut sales, edukasi pelanggan, dan service after-nya (yang) baik yang bisa membuat pelanggan menjadi loyal. Dan pelatihan ini merupakan acara luar biasa karena bisa membangkitkan semangat Witel mengejar target,” ungkap Sujito.

Sebelum acara berakhir, SGM Telkom CorpU Jemy Confido menyampaikan apresiasinya terhadap perubahan paradigma learning saat ini yang dilaksanakan Telkom CorpU menjadi Learner Center Based, berbasis momentum, dimana peserta justru yang memegang kendali speed of learning.

“Next metode ini harus menjadi metoda yang berkesinambungan untuk meningkatkan kapabilitas dan readiness teman-teman di teritori terkait dua hal, satu transformasi, dan kedua digitalisasi yang menyentuh ke berbagai aspek di kehidupan,” papar Jemy.

Jemy menyampaikan kalimat yang diharapkan mudah diingat oleh seluruh peserta dan para fasilitator terkait pembelajaran yang dilakukan di kelas training kali ini. “Not everyone can be an instructur, but everyone can be a coach”, artinya tidak semua orang bisa jadi instruktur. Alasannya meskipun ia bisa, belum tentu ada waktunya, belum tentu ada tempatnya, dan belum tentu pesertanya juga mau, sedangkan jadi coach itu tidak terbatas ruang dan waktu.

Menyikapi pergeseran tersebut Jemy pun berpesan pada para instruktur atau fasilitator untuk tidak mempertahankan style lamanya dalam mengajar, tapi harus mulai bergeser salah satunya menjadi coach. Inilah model pembelajaran yang baru. (Refika/ola/nwl/Red01)

222 total views, 1 views today