Bandung – CorpU Book Club membedah buku dari Jack Canfield & Dr. Peter Chee yang berjudul Coaching for Breakthrough Success bersama Kamariah Latief selaku Forum Human Capital Indonesia (Telkom), Jumat (18/9). Acara sore itu tak lupa disiarkan langsung melalui aplikasi CloudX dan kanal Youtube Cognitium Digital Studio.

Kamariah mengenalkan apa isi dari buku yang memiliki ketebalan 304 halaman hingga bagaimana buku tersebut begitu membantu untuk siapa saja yang mau memperdalam mengenai coaching. Selain itu, penulis Coaching for Breakthrough Success, Jack Canfield merupakan sosok yang luar biasa, berangkat dari seorang pelajar yang mengandalkan beasiswa dan memiliki cita-cita untuk sekolah dengan layak. Beliau kini sudah menerbitkan ratusan buku yang sudah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa.

“Kunci utama dari coaching adalah listening, bagaimana kita bisa benar-benar hadir untuk orang lain. Bagaimana kita bisa melepaskan agenda kita terlebih dahulu untuk benar-benar mendengarkan orang lain,” tutur Kamariah.

Pada buku ini penulis ingin membagikan tentang mindset and practices of a great coach, memahami prinsip, memiliki paradigma. Upaya memahami itu saja tidak cukup untuk menjadi seorang coach, namun ada energi yang ditunjukkan untuk bagaimana kita melakukan coaching.

Tiga essential requirements dalam keunggulan coaching, yaitu The Heart of a Coach, The Mind of a Coach dan The Energy of a Coach. Kondisi kebanyakan perusahaan yang memiliki kebingungan saat ini ketika karyawan yang bekerja memiliki style communication yang berbeda, seperti yang ditanyakan oleh salah satu audience. Bagaimana melakukan coaching yang tepat kepada anak milenial dan yang bukan milenial.

Kamariah Latief menjawab bahwa seseorang akan lebih merasa dipahami ketika komunikasi yang dibangun antara pimpinan dan karyawan menggunakan style coaching. Mengganti kalimat perintah menjadi kalimat tanya, sehingga ketika seseorang diapresiasi ia akan banyak mengeluarkan dopamin yang membuatnya lebih bahagia menjalankan tugasnya khususnya milenial yang memiliki caranya tersendiri dalam menjalankan tugasnya.

Buku tersebut bukan lagi menjelaskan tentang bagaimana anda melakukan coaching sampai action, tetapi buku ini adalah buku advanced, bukan lagi untuk coach pemula.

“Seseorang boleh menjadi coach kalau dia sudah pernah di-coach, supaya merasakan sense sebagai coach,” tutur Kamariah ketika ia menjelaskan bagaimana seorang coach tidak boleh meremehkan pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan oleh clientnya.

Sebelum acara berakhir sesi sharing dan tanya jawab berlangsung cukup lama bersama audience. Tak lupa Kamariah Latief juga memberikan semangat kepada para coach dan juga para peserta yang hadir dalam CorpU Book Club kali ini. (jiland/nwl/Red01)

324 total views, 2 views today