Bandung – Dalam Expert Insights series #21, Telkom CorpU kembali menyajikan materi tentang leadership yang kali ini menghadirkan pembicara yaitu Agus Riyanto sebagai penulis buku “Membangun Leader Hebat yang Bermakna” dan Prof. Gede Raka sang Guru Leadership. Expert Insights dilaksanakan melalui aplikasi Cloud X dan siaran langsung di kanal Youtube Cognitium Digital Studio pada Rabu (24/9).

Acara dimulai dengan pengantar dari moderator dan sedikit memberikan insights perihal materi yang akan dibahas pada hari ini. Pada era distruksi digital, perubahan ekosistem bisnis begitu cepat dan prediksi bisnis sulit dilakukan. Secara khusus dinamika yang cepat di era digital ini menuntut kemampuan leadership yang spesifik dan berbeda dari era sebelumnya. Hal tersebut karena seorang pemimpin yang bisa menentukan kualitas kinerja maupun jalannya organisasi. Saat ini proses leadership development pun memerlukan tools yang memadai untuk mencetak pemimpin yang mampu bekerja cepat berdasarkan data dan informasi yang tepat juga peka terhadap perubahan lingkungan.

Buku Agus Riyanto yang berjudul Membangun Leader Hebat ditulis sejak tahun 2019 dan baru terbit di awal tahun 2020 di mana telah dicetak sebanyak 400 eksemplar. Motivasi menulis Agus berangkat sejak menjadi pemenang karya tulis ilmiah Telkom dan kisah hidup dari kerabat dekatnya yang menjadi seorang guru ngaji yang terhormat.

Agus memaparkan bahwa buku ini hanya sebagian kecil dari pengembangan perubahan industri di Telkom. “Mudah-mudahan buku ini juga sebagai ungkapan terimakasih kami untuk para guru kami, para coach, para mentor, team dan semua pihak yang telah ikut berkontribusi dalam proses pengembangan kepemimpina di TelkomGroup,” papar Agus.

Agus menjelaskan mengenai resume buku tersebut, isinya dimulai dari pengertian mengapa leadership penting, amanah perusahaan, desain & delivery program, delivery dan metode pembelajaran, output, outcome, suka duka & pelajaran beharga, dan whats next.

Satu alasan penting menurut Agus mengenai mengapa leadership itu penting. “Kemampuan leadership di organisasi sangat penting, karena sukses itu diraih salah satunya karena strategi dan strategi itu akan efektif kalau culturenya bagus dan tugas membangun semua ini adalah tugasnya leader maka leadership penting karena seorang leader bisa membawa timnya meraih sukses,” jelas Agus.

Agus juga mengungkapkan bahwa ada torehan sejarah mengapa beliau men-develope program ini. Ia terinspirasi oleh sosok Cacuk Sudarijanto, dengan kutipan dari Cacuk Sudarijanto yang berbunyi “belajarlah sebanyak-banyaknya sesudah itu lakukanlah sesuatu bagi bangsa Indonesia”.

Usai pemaparan materi dan review sekilas mengenai buku, materi dilanjutkan oleh Prof. Gede Raka. Beliau menyebutkan ada makna tersurat dan tersirat dalam buku ini.

“Saya melihat di buku Pak Agus ini yang tersirat itu sifat-sifat dari apa yang Jims Collins katakan yaitu visionary company. Dalam konteks yang terjadi di PT Telkom dalam sekian tahun ini adalah, the characteristic of visionary company. Salah satu ciri perusahaan yang visionary ini mampu menggabungkan dua hal yang kontradiktif, dijalankan bersama – sama dan dalam hal itu perusahaan dapat berkembang dan menjaga continuity and change, ada perubahan tetapi pun ada sebuah keberlanjutan yang terus menerus. Ketika saya baca buku pak agus ini saya bisa melihat semangat itu dalam pengembangan leadership,” jelas Prof. Raka.

Pengembangan kepemimpinan di Telkom, menurut Prof. Raka terlihat dari usaha tim untuk tetap menjaga semangat atau ruh dari perusahaan, ruh Telkom yang bisa dilihat sejak tranformasi tahun 1988 adalah kepeloporan. Seorang leader perlu untuk menjaga continuity yang tediri dari purpose and value. Ia pun menuturkan jika berbicara soal destruksi yang terjadi saat ini maka strategi yang dipakai pun harus berubah, dan ini suatu contoh yang disebut dengan continuity and change merubah strategi tapi tetap menjalankan hal – hal yang telah lama tertanam. Maka hasilnya tidak hanya berguna bagi costumer tapi juga bermakna bagi mereka yang melakukannya.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, Agus memberikan 3 buah buku bagi peserta dan kemudian acara ditutup dengan sebuah kesimpulan dan closing. (Refika/Ola/nwl/Red01)

256 total views, 1 views today