Bandung – SGM Telkom Corporate University Jemy V. Confido, memberikan fire briefing dalam acara onboarding Finding Project Director (FiPRO) melalui Zoom Meeting pada Kamis (7/1). Hadir pula Deputy SGM Telkom CorpU Arif Rudiana, para SL Telkom CorpU serta para project director yang berhasil lolos untuk melaksanakan project FiPRO dari Telkom CorpU.

Berbincang mengenai inovasi, FiPRO merupakan kegiatan pencarian Tim Pro yang bergairah dan penuh otorisasi untuk mengelola dan mengembangkan beberapa project CorpU ITDRI yaitu N10B, DigiLearn, dan Smart Logistic. Inovasi ini tidak hanya akan tampak pada satu tempat tertentu, melainkan dapat tembus pada Telkom Group lainnya karena dilakukan secara serentak.

Pada kesempatan ini, Jemy memulai fire briefing dengan menyampaikan selamat kepada tiga tim yang terpilih menjadi project director pada program FiPRO. Jemy menceritakan secara singkat inovasi unik yang dimiliki FiPRO terkait sistematika bisnis pada korporasi yaitu mencari project director untuk melanjutkan pelaksanaan ide-ide yang telah dibuat.

“Berdasarkan beberapa kasus, inovasi dalam sistem yang baiklah yang akan terus berkembang karena bukan bergantung pada orangnya melainkan dukungan lainnya. Sistem pergantian pemimpin project tersebut kerap disebut sebagai konsep sharing resources/budget, hal tersebut juga merupakan cara pandang yang hendak dikembangkan pada bisnis model Telkom CorpU,” tutur Jemy.

Jemy mengingatkan kembali tujuan awal dibentuknya FiPRO yaitu untuk memberikan inisiasi dengan dampak yang sebesar-besarnya kepada Indonesia. FiPRO berniat untuk menyukseskan tiga inovasi yaitu N10B, DigiLearn, dan Smart Logistic, dengan didasari strategi ITDRI. Walaupun penggunaan teknologi membutuhkan investasi yang tidak kecil, pada akhirnya, inovasi ini diharapkan dapat terlihat sebagai project yang memberikan dampak ekonomi yang sangat baik.

“Saat ini mungkin kalau hanya dilihat sebagai baterai atau GPS mungkin tidak terlalu terlihat digitalnya, tapi cara kita men-develop-nya itu menggunakan pendekatan digital. Potensi ke depannya juga akan sangat digital karena bisa menjadi smart battery dimana nanti ditempelkan sensor IoT, kemudian bisa mengirim data, dan datanya bisa diakumulasi dan sebagainya. Penggunaannya tidak hanya di ONT, tapi dapat di TV dan layar plasma, solar panel dan lain-lain. Singkat cerita, ini mungkin bisa menggantikan alat transportasi menjadi berbasis listrik. Hal ini menjadi perjalanan yang panjang dengan dampak yang besar,” papar Jemy mengenai inovasi project FiPRO yang berbasis teknologi digital.

Terkait bisnis, Jemy mengatakan bahwa akan ada monetisasi baik untuk pihak Telkom Group maupun partner di luarnya. Rekan-rekan yang mengikuti FiPRO dikatakan akan memiliki pengalaman merasakan suka duka perjalanan inovasi. Sedangkan, reward lainnya terkait networking adalah develop career engagement di Telkom CorpU.

Jemy juga menjelaskan peran dan teknis yang akan diselenggarakan dalam satu tahun pada FiPRO. Mekanisme program akan berlangsung secara runut berdasarkan timeline yang telah ditentukan dan cenderung berfase cepat. Diawali dengan onboarding, penyusunan proposal, dan “get out of the building” atau langsung dijalankan project-nya yang nantinya akan dimonitor serta dievaluasi.

Pada kesempatan ini, para Senior Leader Telkom CorpU menyampaikan harapannya kepada para tim yang berhasil lolos dalam FiPRO ini.

Para SL Telkom CorpU menaruh harapan besar kepada para project director dengan fokus pada masalah kebutuhan konsumen serta mampu menerawang strategi bisnis yang paling tepat untuk sebuah pendapatan dan keuntungan. Analisis juga perlu dilakukan untuk menemukan nilai dari suatu project karena harus menerapkan tiga pilar Go-To-Market. Strategi tesebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang strategi pemasaran, menciptakan relasi dengan konsumen, dan mengembangkan partnership.

Program FiPRO akan sangat mendukung para tim project director dengan segala fasilitas. Manajemen pendukung akan dilakukan dengan menetapkan kebijakan, proses, dan keuntungan. Fasilitas tersebut antara lain dengan memberikan biaya sesuai dengan proposal yang telah disetujui, bekerja sama dengan TelkomGroup, 12 BUMN Clusters, dan Penta-Helix, talent development program, serta menyediakan fasilitas seperti tempat meeting dan sumber daya yang dibutuhkan. Oleh karena itu, bukan hanya dari sisi ekonomi, ekosistem juga dapat dikembangkan dan berinovasi sehingga menciptakan bisnis yang sukses.

FiPRO menjadi inisiasi dengan nilai agile way of working dapat menjadi sudut pandang baru yang akan diterapkan pada Telkom CorpU lalu menyeluruh pada Telkom Group lainnya sehingga akan dipandang sebagai korporasi yang baik di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Yana Dahyana selaku SM BEA menyampaikan laporan singkat seputar peserta dan proses pemilihan tim yang telah dilakukan FiPRO ini. Para peserta telah melakukan pitching session pada 23 Desember 2020, kini onboarding yang akan dilaksanakan selama 3 hari, lalu para tim akan mengikuti develop the business selama 3 bulan hingga bulan April, dilanjutkan dengan Incubate & Co create selama 3 bulan ke depannya dan berlanjut hingga bulan Oktober 2021.

Setelah fire briefing, kegiatan ini dilanjutkan dengan tanya jawab lalu penyampaian “Rules of Game” dari FiPRO oleh Farizko Nurditama. Secara garis besar, “Rules of Game” tersebut terdiri dari innovation, operation, dan administration. Inovasi yang digaungkan pada FiPRO ini menerapkan nilai ketangkasan dan kolaborasi.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh partisipan FiPRO. (pmp/ola/nwl/red01)

376 total views, 2 views today