Mengingat Indonesia menempati peringkat ke-56 dalam World Digital Competitiveness Ranking oleh Institute for Management Development (IMD) yang mengukur kesiapan dan daya saing digital dari 63 negara, ITDRI memiliki visi yaitu memastikan kesiapan Indonesia menghadapi persaingan teknologi dan globalisasi yang tidak bisa dihindari melalui pembentukan budaya inovasi, penguasaan sains, teknologi (riset dan inovasi), dan talenta digital global yang mampu menangkap peluang di lapangan kerja, ekonomi bernilai tambah, serta transformasi ekonomi. Dengan begitu, ITDRI memiliki misi-misinya untuk mencapai visi yang sudah disusun.

Misi-misi ITDRI di antaranya adalah mempercepat transformasi operasional dan ekosistem bisnis. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dan kemitraan bisnis yang memadai dalam menghadapi persaingan digital dalam kancah global. Selain itu juga berdampak pada sosial dan ekonomi. Kemudian, mempercepat penggunaan teknologi digital secara efektif ke dalam bisnis dengan tepat waktu. Diharapkan hal tersebut akan menghasilkan nilai tambah yang signifikan. Selanjutnya, meningkatkan dan mengembangkan talenta digital, baik yang bekerja maupun yang terlibat dengan BUMN. Seluruh kegiatan ITDRI mengacu pada misinya yaitu mendorong terciptanya inovasi yang berbasis riset dan pengembangan digital talent. Dalam hal riset, ITDRI berkolaborasi dengan berbagai lembaga akademis, bisnis (termasuk klaster-klaster BUMN), komunitas, pemeritahan, dan penyedia teknologi (technology provider) yang disebut dengan Pentahelix.

Hasil dari riset, inovasi, dan pengembangan digital talent tersebut diharapkan dapat dirasakan secara luas oleh berbagai pihak, mulai dari lembaga pemerintahan, kampus, lembaga sosial masyarakat, seluruh BUMN, perusahaan swasta, hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Prinsip ITDRI ini telah terdapat di dalam mission model canvas yang telah dikembangkan sebagai dasar pemetaan model ITDRI. Faktor-faktor pencapaian misi dari ITDRI adalah daya saing digital nasional, potensi nilai ekonomi dan sosial, kepemimpinan teknologi, kesiapan talenta digital, efisiensi biaya; waktu; dan sumber daya, pendapatan layanan, royalty, pengembangan, konsultasi, dan sewa), valuasi pasar, serta pendapatan penjualan tidak langsung. (Riri/Ola)

65 total views, 1 views today