Indonesia sebagai negara maritim dengan kepulauan terbesar di dunia, memiliki laut yang luas dengan kekayaan sumberdaya perikanan dan kelautan yang melimpah. Namun sangat disayangkan potensi ini belum termanfaatkan secara maksimal. Hasil survei menunjukkan bahwa 85% dari 193 mahasiswa dan fresh graduate jurusan perikanan dan kelautan merasa belum puas dengan ekosistem pendidikan di jurusannya. Mereka mengaku membutuhkan informasi yang dikemas dengan menarik dan dapat menginspirasi mereka, sehingga dapat membangkitkan rasa percaya diri dan antusias untuk bisa mengolah kekayaan alam di Indonesia, khususnya dalam bidang perikanan dan kelautan. Terlepas dari itu, mahasiswa juga memiliki kesibukan yang cukup padat, sehingga membutuhkan platform atau medium yang memuat informasi terkait perikanan dan kelautan, serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Bidang perikanan dan kelautan menjadi fokus kerja FCC saat ini karena memiliki lingkup pentahelix yang masih kecil dan belom dapat tersorot publik secara massif. Selain itu, industrinya didominasi oleh kegiatan dan fasilitas fisik. harapannya dengan program digitalisasi ini, dapat memajukan dunia perikanan dan kelautan Indonesia sehingga menjadi lebih baik.

Dengan begitu, Telkom CorpU-ITDRI bersama FPIK IPB menginisiasi lahirnya website Fisheries Cyber Center (FCC) yang dikembangkan oleh Amoeba Smarteye. Website FCC dibangun dengan konsep 3D, Virtual Reality, dan Augmented Reality. FCC ini menjadi use case untuk Amoeba Smarteye dalam meningkatkan portofolio produknya yaitu Virtual Tour. Fungsi dari virtual tour ini sedang dalam proses validasi kemampuannya untuk menampung VR-based touring experience dan commercial transactions untuk kepentingan industri.

Fisheries Cyber Center (FCC) merupakan program digitalisasi data perikanan dan kelautan Indonesia yang mengusung konsep co-creation. Website ini akan menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku di bidang perikanan dan kelautan Indonesia. Telkom CorpU-ITDRI akan berkolaborasi dalam mengembangkan FCC dengan beberapa universitas di Indonesia yang memiliki jurusan perikanan dan kelautan. FCC didukung juga oleh universitas lainnya yang akan segera bergabung yaitu UNILA, UNHAS, dan UNSRI. Nantinya, para pelaku di bidang tersebut, dapat menjadikan FCC sebagai website untuk memperkenalkan aktivitas penelitian, pengembangan, bahkan inovasi terkait perikanan dan kelautan Indonesia yang mereka usung kepada seluruh dunia. Website FCC juga bisa menjadi referensi untuk mengakses informasi bagi para pelaku bidang perikanan dan kelautan seperti dosen, peneliti, mahasiswa, komunitas, bahkan masyarakat lainnya. Para pengunjung website juga dapat berinteraksi dan berdiskusi dengan para expert yang tergabung di sana melalui fitur chat. Saat ini, website FCC akan menampilkan beberapa informasi diantaranya data expert perikanan dan kelautan Indonesia dan data Stasiun Observasi Kelautan Indonesia. (Riri) 

 

376 total views, 1 views today