Melihat kondisi pandemi yang tak kunjung membaik, tim Telkom CorpU-ITDRI mengundang dr. Shinta Novia selaku  PGS Kepala Klinik Pratama TPKK Gegerkalong untuk mengisi SpeakU awal Juli lalu untuk membahas seputar isolasi mandi, tips meningkatkan imun, sampai mengupas berita-berita yang sedang simpang siur kejelasannya.

 

Perbincangan menarik menarik itu dimulai dengan membahas tentang swab antigen dan PCR. Dr. Shinta pun meluruskan ke para penonton apa yang harus kita pilih antara kedua tes pada sore hari itu. Jika kita kontak dengan penyintas Covid-19 namun tidak mengalami gejala selama 3 sampai 5 hari, kita lakukan swab antigen terlebih dahulu. Apabila hasilnya negatif kita kalian lakukan isolasi mandi selama 10 sampai 14 hari, jika tidak ada keluhan kalian bisa swab antigen kembali. Berbeda dengan Antigen, Swab PCR dilakukan kepada pasien yang telah timbul gejala untuk memastikan condong tidaknya ke arah Covid-19. Tak hanya itu pemeriksaan rontgen dan lab lengkap pun lebih dianjurkan. Secara efektivitasnya keduanya memiliki tingkat akurasi di atas 90%.

 

Evaluasi biasanya dilakukan setelah 14 hari isolasi mandiri. Biasanya dengan PCR ulang, membandingkan hasil rontgen sebelumnya, dan tes lab yang sama.  Pasalnya orang yang pernah terinfeksi Covid-19  akan ada peningkatan d-dimer nya (penanda potensial terjadi pengentalan darah).

 

Setelah tuntas tentang swab antigen dan PCR, Kepala Klinik Pratama Gegerkalong itu memberikan catatan apa saja yang harus dipersiapkan saat isolasi mandiri serta tak lupa membahas isu yang sedang ramai bergulir di tengah masyarakat. 

 

  • Mempersiapkan obat-obatan

Kita bisa menyiapkan obat demam, batuk, dan flu jika timbul gejala. Jika gejala ada terus menerus kalian bisa melaporkannya ke Satgas, RT/RW, dan Puskesmas terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

 

  • Sediakan oksimeter, oxycan, dan alat pemeriksaan suhu

Bukan cuma obat-obatan, peralatan seperti oksimeter, oxycan, dan alat pemeriksaan suhu juga lebih baik dipersiapkan melihat situasi saat ini. Melihat pemandangan Rumah Sakit yang semakin membludak, jika kita terbukti positif terpapar Covid-19 kita tidak boleh panik dan langsung berangkat pergi ke sana. Pasalnya dengan alat-alat yang disebutkan di atas, kita bisa memantau kondisi badan lebih detail. 

 

Seperti contoh dengan oksimeter, kita bisa melihat angka saturasi oksigen di sana. Jika angka masih di atas 94 kita masih bisa melanjutkan isoman di rumah, namun jika angka sudah menunjukkan angka di bawah 94 kalian harus mendapatkan penanganan dari Rumah Sakit atau konsultasi dengan satgas terdekat.

 

Oksimeter, cadangan tabung oksigen kecil oxycan, alat pemeriksaan suhu. Kita bisa lihat angka di oksimeter, jika angka menunjukan saturasi oksigennya di bawah 94 kita harus mendapatkan penanganan dari RS, tapi jika dirasa tidak begitu berat bisa kembali isolasi mandiri namun mendapatkan pengawasan Satgas terdekat.

 

  • Berpisah ruangan dengan anggota keluarga lain saat isoman

Selanjutnya isolasi di ruangan yang berbeda dengan anggota keluarga yang lain, termasuk tidak menggunakan alat makan dan kebersihan yang sama. Walaupun di rumah, kita harus tetap menggunakan masker, karena ketika batuk dan flu berpotensi menyebarkan droplet yang berisikan virus. Setelah menggunakan kamar mandi pun harus diperhatikan. Kita bisa bersihkan dengan menggunakan Air Disinfectant yang bisa ditemui di online shop

 

  • Berjemur di waktu yang tepat

Tak lupa berjemur pun sangat dianjurkan ketika isoman. Berjemur selama 15 sampai 30 menit di pukul 10 pagi hingga 11 siang sangat disarankan, tentunya tetap bergantian. “Paling utama tetap menjaga pola makan dan jangan stres,” tegasnya.

 

Setelah usai membahas isoman dan kiat-kiatnya, dr. Shinta ikut berkomentar mengenai fenomena salah satu brand susu yang sedang diperebutkan masyarakat, dr. Shinta turut buka suara, ia menjelaskan bahwa kandungan yang ada dalam susu tersebut tak jauh berbeda dengan susu UHT biasanya. “Melihat dari sisi ahli gizi susu itu bersumber dari susu sapi seperti susu biasa lainnya. Bear brand adalah jenis susu pasteurisasi. Pasteurisasi sendiri adalah metode sterilisasi yang berfungsi membunuh kuman penyebab penyakit yang dapat mengkontaminasi susu. Prosesnya dilakukan dengan memanaskan susu dalam suhu dan durasi tertentu,” terangnya.

 

Banyak makanan dan minuman yang lebih sehat. Susu beruang atau susu steril ini mengandung imunoglobulin namun tidak secara langsung melawan virus Covid-19 tetapi bisa membantu menambah imun tubuh,” lengkapnya. (M. Reza Firdaus)

80 total views, 1 views today