Sesuai dengan aspirasi Indonesia Maju yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo bahwa Indonesia perlu menyiapkan setidaknya 600 ribu talenta digital setiap tahunnya, agar dalam jangka waktu 15 tahun kedepan tersedia setidaknya 9 juta talenta digital yang akan mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. 

 

Mengacu pada hal tersebut, Gojek bergandeng tangan bersama Telkom Indonesia melalui Indonesia Telecommunication & Digital Research Institute (ITDRI) dengan menggelar program Muda Maju Bersama 1.000 Startup yang secara resmi dibuka pada hari ini melalui konferensi pers virtual (16/07). Muda Maju Bersama 1.000 Startup merupakan sebuah program akselerasi yang bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan startup di Indonesia Timur sehingga mampu bertumbuh secara pesat dan menciptakan dampak sosial positif yang lebih luas dengan wilayah program yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

 

Kevin Aluwi selaku Co-Founder & CEO Gojek mengatakan bahwa “Inovasi adalah DNA Gojek. Sejak awal, Gojek lahir dari sebuah ide yang melalui berbagai kreativitas dengan bakat dan keterampilan anak bangsa, kemudian mampu menciptakan peluang-peluang untuk memberikan dampak positif seluas-luasnya.”

 

Indonesia merupakan tanah yang subur untuk pertumbuhan startup. Berdasarkan data Startup Rangking.Com, Indonesia saat ini memiliki 2,251 startup dan menempati posisi ke lima negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, setelah US, India, UK, dan Kanada.

 

Selain itu, Startup Report 2020 oleh Daily Social menyebutkan bahwa pertumbuhan startup digital di Indonesia masih berada di dalam tren positif. Adanya kebiasaan baru selama pandemi juga memberikan peluang untuk lebih memperdalam demokratisasi teknologi. Beberapa proyeksi yang akan membentuk ekosistem digital di Indonesia di tahun ini adalah:

  • Lebih banyak kolaborasi & konsolidasi dengan berbagai pihak 

Untuk membangun ekosistem yang komprehensif dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang kian berkembang, maka kolaborasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak (enterprise, perusahaan besar, investor, dan lain sebagainya)  yang lebih mendalam diproyeksikan akan lebih banyak terjadi di tahun ini.

  • Lebih banyak dukungan dari pemerintah

Beberapa tahun terakhir, pemerintah telah banyak mendukung dalam pertumbuhan digital ekonomi, baik sebagai regulator, akselerator, maupun fasilitator. Dalam jangka panjang, dukungan kebijakan menjadi peran utama bagi industri startup, sehingga pemerintah dapat mempercepat rencana mereka untuk bergerak lebih cepat, baik untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat melalui teknologi atau dengan tujuan menciptakan pertumbuhan ekosistem.

 

“Teknologi tidak hanya menawarkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat untuk bisa berperan aktif berkontribusi dan menikmati manfaat ekonomi digital. Dari pengalaman kami di Gojek, kami menyadari pentingnya proses pembelajaran yang berkelanjutan untuk perusahaan startup untuk bisa tidak hanya bertahan tapi juga terus berkembang. Melalui program Muda Maju Bersama 1.000 Startup yang berkolaborasi dengan ITDRI inilah akan banyak tercipta inovasi solusi nyata bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” tambah Kevin. 

 

Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup ini diikuti oleh serangkaian program akselerasi intensif selama 6 bulan kepada startup yang dinilai paling memberikan dampak positif dan berhasil lolos proses seleksi ketat. Penyusunan kurikulum akselerasi startup Muda Maju Bersama 1.000 Startup melibatkan kolaborasi ITDRI yang menjadi best practice pada bidangnya dan platform Gojek smartfest id yang beberapa tahun terakhir menjadi acuan anak muda di kawasan timur Indonesia dalam meningkatkan soft skill yang tidak didapat di institusi formal. (Riesta Rinanda)

137 total views, 1 views today