Dalam penyediaan layanan untuk menopang pilar learning, innovation, dan research, Telkom CorpU-ITDRI meluncurkan MyDigiLearn sebagai sarana hal tersebut. Demi melindungi ciptaannya itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom)  telah resmi mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sesuai pasal 72 UU No. 28 tahun 2014 Hak Cipta.

 

MyDigiLearn sendiri adalah sebuah learning platform yang mengusung prinsip personalised learning dimana user bisa mengakses secara anytime, anywhere, dan anydevice dengan learning experience yang berbeda dimana terdapat dynamic curriculum serta user generated content.

 

Berbicara hal itu, Arif Rudiana selaku Deputy SGM Telkom CorpU-ITDRI, mengungkapkan bahwa dengan MyDigiLearn telah mendaftarkan HAKI, akan ada payung hukum yang jelas dan memperlancar gebrakan inovasi kedepannya. “Banyak keuntungan yang besar bukan hanya bagi MyDigiLeran, tapi juga bagi proses-proses penciptaan atau inovasi. Beberapa keuntungan yang bisa dirasakan adalah akan mendorong kegiatan inovasi dan pengembangan untuk penemuan baru di perusahan, memberikan keleluasaan bagi MyDigiLearn supaya karyanya bermanfaat bagi seluruh masyarakat, meningkatkan produktivitas dan daya saing MyDigiLearn di industri dan market, serta (adanya) HAKI ini bagi perusahaan menjadi Intangible asset yang luar biasa,” ungkapnya.

 

Senada dengan Arif, Bagas selaku CEO MyDigiLearn menambahkan, setelah resmi terdaftar dalam HAKI MyDigiLearn akan lebih leluasa dalam menjalankan perannya untuk ekosistem learning dan akselerasi penetrasi ke para learning enthusiast.

“Untuk payung legal dimana MyDigiLearn bergerak di bawah naungan perusahaan yang tentunya akan membawa image dan berdampak terhadap perusahaan dimana MyDigiLearn juga sudah banyak digunakan oleh eksternal, untuk memitigasi isu-isu tentang copyright,” tambah Bagas.

 

Kedepannya, MyDigilearn akan terus dikembangan dengan menambahkan fitur-fitur yang lebih advance seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dengan dilengkapi kemampuan data analytics yang kuat. Hal itu bertujuan untuk terus memberikan pengalaman belajar yang unggul dan menyenangkan bagi masyarakat.

 

Tak hanya itu, Telkom Indonesia juga telah meresmikan Digital AMOEBA ke dalam HAKI mereka. Sehingga berbagai terobosan dari perusahaan pencetak inovasi dan digital talent itu dapat diakui milik Telkom. AMOEBA adalah sebuah Corporate Innovation Lab yang menginkubasi inovasi-inovasi karyawan Telkom dengan tujuan create future digital talent, digital business, dan relevan system.

 

Farizko Nurditama selaku Chief Operating Officer menjelaskan, setelah terdaftar dengan resmi ini, MyDigiLearn dan Digital AMOEBA telah terlindungi dari para pengguna ilegal serta kegiatan inovasi dapat didukung baik dari berbagai aspek agar sama-sama memberikan manfaat. We will always raise the bar, pesta inovasi beberapa bulan terakhir sedang dalam masa transisi dan kita tunggu buat next pesta inovasi,” tutup Fariz. (M. Reza Firdaus)

146 total views, 1 views today