Pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) untuk terus menjalankan misinya untuk transformasi digital di Indonesia. Buktinya, di tengah situasi yang sedang sulit ini Telkom Indonesia sukses membangun lima Desa Pintar dalam platform Smart Village Nusantara (SVN) sejak Oktober 2020 lalu.

 

Desa Pangandaran (Kabupaten Pangandaran/Jawa Barat), Desa Palasari (Kabupaten Subang), Desa Sambirejo (Kabupaten Sleman), Desa Ranupani (Kabupaten Lumajang), dan Desa Kemuning (Karanganyar).

 

Terdapat tiga program yang berjalan pada Desa Pintar ini, antara lain:

 

  1. Smart Economy untuk meningkatkan ekonomi desa melalui model bisnis partisipasi warga dan penguatan BUMDes sebagai lokomotif pengembangan ekonomi di ekosistem desa.

 

  1. Smart Society untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan kualitas hidup masyarakat desa dengan semangat kolaborasi.

 

  1. Smart Government untuk meningkatkan proses pelayanan publik dan administrasi.

 

Untuk menyokong ketiga program itu, Telkom pun membekali kelima desa tersebut dengan berbagai aplikasi yang akan membantu kegiatan mereka masing-masing. Sebut saja, iKAS (untuk ePOS UMKM), eLok (eLektronik Loket untuk wisata desa), simpeldesa (untuk tata kelola layanan pemerintah desa, antar warga dan ke depannya ekonomi desa) untuk menunjang kegiatan Smart Economy. Selanjutnya untuk Smart Society, desa-desa tersebut didukung oleh aplikasi ePuskesmas, ePosyandu, CCTV, Panic Button, Bioskop Desa, dan e-Library. Terakhir ada aplikasi Portal Desa, ewarga, monev desa, dan pusat manajemen user UCM untuk memuluskan jalan Smart Government.

 

Bahkan Hotspot yang disediakan di beberapa titik desa telah menyentuh 200-300 pengguna harian dan 6.000 hingga 11.000 user setiap bulannya. Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Pangandaran, Jaja Sudiana mengatakan dengan hadirnya SVN ini sukses mengatasi antrian panjang sehingga terhindar dari kerumunan.

 

“Aplikasi SVN seperti simpeldesa membuat masyarakat tetap bisa mengurus surat dari smartphone di rumahnya sementara kantor desa berjalan aman tidak ada kerumunan antrian. Ini jelas sangat membantu kami dalam pelayanan ke masyarakat, apalagi dalam pandemi sekarang, maka masyarakat tak perlu hilir mudik berkerumun ke kantor desa. Cukup online,” ujarnya.

 

SVN adalah turunan program Smart City Nusantara PT Telkom pada level desa. Smart Village Nusantara mengadopsi pendekatan smart city yang disesuaikan kondisi desa. Program ini berusaha menciptakan desa mandiri digital dengan menghubungkan setiap entitas desa ke ekosistem digital guna meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah dan kualitas hidup masyarakat pedesaan. 

 

Smart Village Nusantara saat ini sudah terimplementasi di lebih dari 150 desa melalui aplikasi simpeldesa dan ePuskesmas. Ke depannya juga akan dilakukan berbagai pengembangan, salah satunya adalah pengembangan Simpel Desa untuk pengembangan ekonomi melalui Pasar Desa dan penguatan BumDes sebagai Grosir Desa.

 

Source:

kompas.com

detik.com

idxchannel.com

 

 

150 total views, 1 views today